LENSAINDONESIA.COM: Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menegaskan, disiplin penerapan protokol kesehatan menjadi bagian yang efeksitf untuk mencegah penularan Covid-19.

Terlebih, kini pelaksanaan intervensi seperti Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali masanya diperpanjang hingga 8 Februari 2021.

Masyarakat, jika bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun secara berkala), diyakini akan menekan angka kasus Covid-19.

Selain itu, Wiku juga meminta agar penerapan PPKM ini didukung oleh masyarakat dan menjadikannya sebagai proses adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Hal demikian bertujuan agar masyarakat tetap produktif di tengah pandemi dan tidak tertular Covid-19.

“Dalam satu minggu pelaksanaan PPKM, evaluasi menunjukkan belum adanya perubahan yang signifikan. Pelaksanaan intervensi membutuhkan waktu untuk lebih efektif dan berkontribusi dalam perubahan situasi ke arah yang lebih baik,” ujar Wiku saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, dikutip Jumat (22/1/2021), juga disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Momentum libur panjang, kata Wiku, juga harus menjadi pengalaman dan pelajaran. Dari pengalaman yang telah terjadi, usai momen libur panjang menjadi salah satu faktor meningkatnya angka Covid-19. Ini harus menjadi perhatian penting untuk bersama agar tidak terulang.

Selain itu, faktor intervensi pemerintah dengan pengetatan kembali dengan kebijakan PSBB ini dampaknya baru diketahui lebih panjang sekitar tiga mingguan.

“Kita dapat menarik pembelajaran yang penting, bahwa dampak dari intervensi yang dilakukan baru akan muncul pada minggu ketiga pelaksanan intevensi tersebut. Sedangkan, dampak kejadian yang memicu penularan seperti libur panjang, lebih cepat yaitu dalam 7-10 hari saja,” terangnya.

Sebab itu, kata Wiku, dibutuhkan kedewasaan dan rasa tanggung jawab dari masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku.

“Apabila kita semua belum mampu belajar dan menumbuhkan rasa tanggung jawab, maka seperti yang tampak pada grafik, penurunan kasus hanya akan terjadi sesaat. Dan hal ini akan terjadi lagi setelah pembatasan kegiatan berakhir,” tegas Wiku.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun