LENSAINDONESIA.COM: Pada 29 September 2020 lalu, Satpol PP Surabaya menyegel tempat hiburan karaoke Pop City Jl Kenjeran 223 karena kedapatan melanggar aturan dalam Perwali 33 pada saat itu.

Petugas yang menyegel tempat hiburan tempat mangkal purel freelance itu sempat menemui Amir Faisol selaku penanggungjawab dan dia telah bersedia menandatangani dan sepakat tempatnya tidak beroperasional selama pandemi Covid-19.

Namun pantauan Lensa Indonesia pada Sabtu (23/1/2021) siang, tempat hiburan yang berslogan Karaoke Keluarga itu tetap santai beroperasional dan kembali melanggar Perwali 67 tahun 2020 sekaligus aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Salah seorang karyawan berinisial S mengatakan, tempat hiburan itu buka mulai pukul 11.00 WIB dan tutup sekitar pukul 16.00 WIB untuk menghindari razia petugas.

“Mulai jam 11 Mas. Tutupnya tidak pasti kadang jam 4 sore. Kalau mau karaoke makanya langsung saja,” tuturnya penuh sopan santun, Sabtu (23/1/2021).

Petugas penegak Perwali 67 tahun 2020 seakan menutup mata, sebab tak hanya Pop City Jl Kenjeran saja yang nekat membuka segel sendiri untuk beroperasional lagi.

Di seberang Pop City Jl Kenjeran ada Kafe Diamond yang pernah disegel Satpol PP pada 17 September 2020, namun kembali operasional pada 24 November setelah segelnya hilang. Saat itu ada bendera sebuah Parpol terpampang besar di pagar tempat hiburan milik Sholeh ini.

Kasatpol PP Surabaya, Eddy Christijanto saat dikonfirmasi mengaku siap menindaklanjuti. “Siap matursuwon infonya Mas. Segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan akan segera mengirim petugas penegak PPKM untuk melakukan penindakan

“Informasi itu sudah saya teruskan ke Satgas PPKM Polrestabes Surabaya untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya. @wendy