LENSAINDONESIA.COM: Pandemi Covid-19 tidak hanya menelan korban jiwa, melainkan juga memberi dampak besar bagi perekonomian masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang berkurang pendapatannya, bahkan harus kehilangan mata pencaharian.

Namun jangan putus harapan, karena kini hadir aplikasi Vtube yang diharapkan menjadi solusi cerdas dan murah di tengah pandemi yang terjadi, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung Covid-19.

Jack Goay, CEO VTube, mengatakan VTube hadir pada bulan Januari 2020 lalu produksi PT Future View Tech. Aplikasi ini merupakan social advertising media yang digunakan untuk menjaring banyak orang sebagai penonton potensial dari iklan-iklan yang ditayangkan bersama konten-konten pilihan.

“Banyak orang akan menggunakan aplikasi kami. Dari sana nanti akan dapat advertising dan profitnya akan dibagi ke member/user,” kata Jack Goay dalam pernyataan pers kepada Lensaindonesia.com di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Ia menjelaskan, keunggulan utama VTube adalah gratis tanpa dipungut sepeserpun biaya dari para user. Selain itu, proses kerja VTube juga mudah, karena user hanya perlu menonton iklan sesuai misi yang ditugaskan. Saat jumlah yang ditugaskan selesai dilalui atau bahkan melampaui, maka user akan mendapatkan reward poin yang nantinya dapat menjadi keuntungan finansial bagi user.

“Beda sama jualan, nggak semua orang bisa jualan. Tapi kalau nonton iklan, semua orang bisa nonton iklan. Apalagi gratis. Jadi, peluangnya sama untuk semua orang, pasti bisa untuk menjalani,” ucap Jack.

Di bawah naungan resmi PT Future View Tech, VTube diharapkan dapat menjadi solusi mudah dan murah di tengah pandemi. Pendapatan dari VTube dapat memberi penghasilan tambahan pada masyarakat dan membantu mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi ini.
“VTube adalah inovasi bisnis yang memberikan solusi, membantu Indonesia di kala bencana,” kata Jack.

Ari Wibowo, seorang VTuber yang berprofesi sebagai karyawan perusahaan pengadaan mesin antrian mengaku bahwa pandemi berdampak buruk bagi perusahaannya. Pengurangan karyawan dan penghasilan pun terjadi.

“Saya kerjakan VTube sebagai sambilan awalnya. Setelah pulang kerja saya kerjakan sampai malam. Ternyata, hasilnya fantastis, luar biasa,” ujarnya.

Berbeda dengan situasi yang dihadapi Ari Wibowo, VTuber lainnya, yakni Christiansyah, adalah seorang General Manager di perusahaan farmasi terkemuka dan memiliki bisnis properti. Menurut akuntan senior ini, VTuber memberikan banyak keuntungan dalam penghasilan dan memiliki prospek bisnis sangat baik di masa depan.

“Kalau ditanya berapa penghasilan sebulan (sebagai VTuber), mungkin sudah melebihi gaji saya di pekerjaan yang sekarang. Puji Tuhan, penghasilan saya mencapai 50-60 juta,” ujar Christiansyah.

Lain lagi halnya dengan pengalaman Lia, seorang ibu rumah tangga asal Sumenep, Madura yang memutuskan menjadi VTuber. Ia mengungkapkan bahwa di awal perjuangannya menjadi seorang VTuber, nyinyiran, hujatan, bahkan sikap meremehkan seringkali diterima saat berupaya merekrut tim bisnisnya. Namun, ia tidak ambil pusing dan terus berusaha.

“Jadi abaikan saja. Haters tidak usah diladeni karena buang-buang waktu dan tenaga. Percuma, karena mereka mindset-nya sudah negatif. Jadi lebih baik fokus ke yang lain saja, next saja,” kata Lia bercerita.

VTube didirikan dengan tujuan menjadi media sosial yang bermanfaat bagi banyak orang. Dengan visi menjadi media sosial periklanan yang terbesar dan terpercaya di Asia serta misi untuk menguntungkan dan mensejahterakan seluruh umat manusia, VTube menawarkan sebuah bisnis yang menguntungkan dan aman bagi semua pihak.

“VTube menjadi sebuah harapan terang bagi banyak orang. Walaupun di tengah pandemi, mereka tetap dapat sukses. Apapun latar belakang dan keadaan Anda, pasti memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil di VTube. Harapan saya, Anda dapat menjadi pencetak sejarah berikutnya,” tutur Jack Goay.@Rudi