LENSAINDONESIA.COM: Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Surabaya akan melakukan assesment secara berkala kepada setiap instasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berkantor di Surabaya terhadap risiko penularan COVID-19.

Wakil Sekertaris Satgas COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, assessment ini sesuai dengan arahan Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim guna memastikan bahwa setiap instasi Pemprov yang berkantor di Surabaya mematuhi aturan dalam Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya.

Kantor milik Pemprov Jatim yang akan dilakukan assesment ialah ruangan Bagian Administrasi Keuangan, Administrasi Umum, Bagian Rumah Tangga Biro Umum, Administrasi Pembangunan, ruang Sekretaris Daerah Jatim, hingga ruangan Wakil dan Gubernur Jatim.

“Kita sudah melakukan peninjauan kesejumlah perkantoran baik swasta, negeri, maupun kantor pemerintahan, termasuk yang hari ini, Senin 25 Januari di Kantor Pemprov Jatim.”

Guna memastikan risiko penularan di istansi tersebut, pemeriksaan perkantoran baik itu pemerintah maupun swasta semuanya akan kita lakukan,” kata Irvan, Selasa (26/01/2021).

Terdapat beberapa poin penilaian dalam assessment ini, diantaranya ketersediaan hand sanitizer, tempat cuci tangan, satgas mandiri, sirkulasi udara, penataan tempat duduk, serta Kapasitas pegawai yang bekerja dikantor hanya 25 % dari keseluruhan pegawai. Mengingat dalam aturan PPKM Pegawai yang harus Work From Home adalah 75%.

Pria yang juga menjabat Kepala BPB Linmas ini menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan assesment dibeberapa instansi diantaranya yaitu Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pengadilan Negeri Surabaya, Pengadilan Negeri Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, hingga Kejaksaan Tinggi Jatim.

Dari assesment tersebut hampir semua instansi diberikan rekomendasi untuk memperbaiki sirkulasi udara. Sebab masih banyak instansi yang mengandalkan AC sebagai sirkulasi udaranya.

“Untuk hasilnya hampir rata-rata kita sarankan untuk melakukan pembenahan terkait dengan ventilasi, supaya tidak mengandalkan sirkulasi hanya menggunakan AC. Melainkan dapat membuka jendelanya, mengubah konstruksi jendela atau mengubah sirkulasi angin dan sebagainya,” terang Irvan.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun