LENSAINDONESIA.COM: Ismail (19) pemuda warga Jl Dukuh Bulak Banteng Suropati, Surabaya, disergap Unit Reskrim Polsek Gayungan saat cangkruk di warkop menunggu ‘pasien’ (pembeli langganan). Pengedar sabu ini tak berkutik saat polisi menemukan 39 poket sabu-sabu sebagai barang bukti.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen Oktianto mengatakan, Tim Anti Bandit (TAB) bergerak setelah mendapat laporan jika di salah satu warung kopi kawasan Bulak Banteng sering jadi transaksi jual-beli narkotika.

Anggota Polsek Gayungan kemudian melakukan penyanggongan disekitar lokasi. Saat pelaku berada di warung dan terlihat menyimpan sesuatu ke balik meja, petugas langsung melakukan penyergapan.

“Petugas menangkap dan menggeledah di bawah meja warkop, lalu ditemukan satu dompet kecil warna hitam berisi tiga paket plastik sabu yang telah dibagi,” terangnya, Sabtu (30/1/2021).

Masing-masing paket sabu tersebut berisi 20 poket sabu seberat 6,21 gram, 15 poket sabu 4,26 gram dan 4 poket sabu 1,36 gram . Total keseluruhan 11,83 gram berikut plastik pembungkusnya.

Kepada penyidik, Ismail mengaku hanya membantu pamannya berinisial MK untuk memasarkan sabu dengan harga mulai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Saat ini MK tengah diburu dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ismail mengaku hanya perantara dalam jual beli, dan sabu itu disebut milik pamannya yang berinisial MK (DPO). “Saya cuma bantu jaga biar gak hilang di warkop,” cetusnya.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti 39 klip sabu dengan total berat keseluruhan 11,83 gram dan 1 dompet kecil hitam.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 (2) juncto pasal 112 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara @wendy