LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berencana menambah kawasan physical distancing untuk terus menekan penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, kawasan physical distancing hanya diberlakukan di Jl Tunjungan dan Jl Darmo selama Sabtu-Minggu. Rencananya, pada Sabtu (5/2/2021) besok Jl Mayjend Sungkono juga termasuk dalam kawasan physical distancing.

Ilustrasi: Sosialisasi penutupan Jalan Tunjungan, Darmo dan Mayjen Sungkono pada 5 Februari nanti

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra mengatakan, penutupan di Jl Mayjend Sungkono sama halnya dengan penutupan di Jl Darmo dan Tunjungan yakni malam hari.

Sebelum melaksanakan rencana tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Camat dan polsek setempat.

“Penutupan Jalan Mayjen Sungkono, dimulai depan KPU Kota Surabaya hingga Bundaran Satelit. Dua jalur atau sekitar 3 kilometer. Ditutup weekend (Sabtu-Minggu) pada malam hari,” paparnya, Senin (1/2/2021).

Penutupan ini dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama PPKM. Ada beberapa pengecualian yang bisa melintasi jalan tersebut saat sudah diterapkan.

Di antaranya orang yang pulang atau berangkat kerja dan keperluan yang bersifat darurat. “Seharusnya masyarakat di saat seperti ini harus tetap di rumah saja, kecuali bekerja. Kalau masyarakat di sana, cuma satu akses ke Jalan Mayjen Sungkono dan kegiatannya memang emergency ya boleh,” pungkasnya. @wendy