LENSAINDONESIA.COM: Angkat bisnis toko kelontong di Indonesia, kini mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Ilham Fikri Abdillah berhasil menciptakan aplikasi Portal Supermarket.
Aplikasi ini bertujuan membantu para pedagang toko kelontong terkait strategi penjualan sekaligus mengukur statistik penjualan agar jumlah konsumen makin melonjak.
“Aplikasi ini bermanfaat untuk pelaku usaha, khususnya toko kelontong untuk meningkatkan jumlah penjualan kendati di masa pandemi ini,” ungkap Ilham saat dikonfirmasi, Kamis (03/02/2021).
Ia menambahkan, aplikasi ini menyuguhkan data statistik penjualan setiap hari dan setiap item produk. Pelanggan hanya cukup login, pilih produk dan toko yang akan disinggahi, maka sistem bekerja akan menganalisa data transaksi.
“Misalnya, admin toko A login, ia akan mengetahui produk yang kurang laku dan diminati konsumen. Untuk itu, mereka pebih mudah mempromosikan barang yang kurang laku atau membeli stok salah satu item lebih banyak dan paling laku,” tandas Ilham.
Perihal analisa transaksi sistem ini, aplikasi tersebut dibekali metode FP-Growth, berfungsi mencari produk atau item paling banyak diminati konsumen. Sistem ini juga menampilkan hasil prediksi produk yang bakal dibeli konsumen berikutnya.
“Satu contoh, jika ada yang membeli roti, maka akan muncul hasil persentase prediksi, pembeli akan membeli susu atau pembeli akan membeli selai. Jadi produk tergantung dari seluruh data transaksi yang dilakukan,” ungkapnya.
Ilham akan mengembangkan metode pembayaran ini lebih sederhana. Sekaligus menambahkan analisa produk mana yang direkomendasi untuk dipromosikan.
Selaku Dosen Pembimbing, Supangat juga mendorong mahasiswanya ini membuat aplikasi Portal Supermarket. Apalagi aplikasi ini sudah terdaftar di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual dengan judul ciptaan Aplikasi Cerdas Portal Supermarket berlaku hingga waktu 50 tahun ke depan.
“Saat hasil ciptaan kita terdaftar secara resmi di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual, maka karya kita ini telah berbadan hukum dan sah secara legal. Untuk itu, kita akan terlindungi dari perbuatan yang merugikan seperti pemalsuan, pembajakan, penyalahgunaan dan lainnya,” pungkas Supangat.@jn,Eld-Licom