LENSAINDONESIA.COM: Tim Dewan Pers melakukan verifikasi faktual ulang secara virtual terhadap perusahaan pers lensaindonesia.com, Senin (08/02/2021).

Varifikasi faktual secara virtual melalui zoom meet ini merupakan pertama kalinya oleh Dewan Pers selama pandemi COVID-19. Selain lensaindonesia.com, di hari yang sama Tim Dewan Pers juga melakukan verifikasi terhadap batamnow.com.

Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Ahmad Djauhar mengatakan, verifikasi faktual secara virtual ini merupakan langkah Dewan Pers untuk mengoptimalkan konstituennya.

Beberapa konstituen Dewan Pers seperti AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) dan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) akan dilibatkan menjadi saksi verifikasi faktual tersebut.

“lensaindonesia.com dapat kehormatan yang pertama kali verifikasi faktual secara virtual menjelang Hari Pers Nasional. Kemarin itu menjadi model untuk pola seterusnya seperti itu. Jadi mengambil satu konstituennya Dewan Pers,” Ahmad Djauhar di Jakarta saat dikonfirmasi, Selasa (09/02/2021).

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan uji coba untuk verifikasi faktual melalui online, sebelum diputuskan oleh Dewan Pers untuk melibatkan konstituennya sebagai saksi.

Ahmad Djauhar menambahkan, meski berbagai data dari perusahaan pers telah dikirim, namun dengan adanya saksi tersebut supaya lebih valid untuk memverifikasi faktual sebuah media.

“Gunanya saksi untuk membantu verifikasi itu tadi. Meskipun berbagai data itu sudah dikirim ke Dewan Pers, tapi kan tetap harus ada saksi disana yang menyaksikan supaya lebih valid,” tambahnya.

Saat melakukan verifikasi faktual pada lensaindonesia.com kemarin, Ahmad Djauhar dan Kasubag Pengembangan Pers Dewan Pers Sri Lestari memeriksa memeriksa dan mencatat dokumen-dokumen perusahaan pers lensaindonesia.com yang telah diajukan kepada Dewan Pers.

Sementara di Grha lensaindonesia.com Jl Sidosermo Surabaya, Pimpinan Umum PT Lensa Indonesia Global Media Arief Rahman, Pemimpin Redaksi D Wahjoe Harjanto, Redaktur Pelaksana Mochamad Ridwan dan beberapa staf redaksi lensaindonesia.com tampak memaparkan dokumen-dokumen perusahaan yang diperiksa dan dicatat Tim Dewan Pers.

Verifikasi faktual ini menunjukkan bahwa baik administrasi maupun fakta-faktanya telah memenuhi semua persyaratan yang dipersyaratkan undang-undang maupun peraturan Dewan Pers.

Pimpinan Umum PT Lensa Indonesia Global Media Arief Rahman menyampaikan, sebenarnya lensaindonesia.com telah diverikasi pada 2017 oleh Dewan Pers. Namun verifikasi faktual harus diulang karena terjadi perubahan akte notaris.

“Pada 2017 lalu sebenarnya sudah verifikasi. Ini diulang lagi karena kita ada perubahan akte notaris sampai tiga kali. Tapi tidak masalah sebab ini penting demi memenuhi semua persyaratan undang-undang maupun peraturan Dewan Pers. Sebagai media yang terverifikasi kita harus menjaga kepercayaan publik utamanya terkait berita-berita yang kita sajikan,” jelas Ketua AMSI Jatim ini, Senin kemarin.@wendy