LENSAINDONESIA.COM: Perkumpulan Penghuni Pemilik Pedagang (P4) tetap menolak pembukaan Rumah Sakit Khusus COVID-19 di pusat perbelanjaan City of Tomorrow (Cito) Surabaya oleh RS Siloam.

Ketua P4 Cito Mall, Totok Adi Prasetyo mengatakan, penolakan yang dilakukan ratusan pemilik tenant di mall Cito ini karena pihak RS Siloam tidak pernah melakukan sosialisasi sebelumnya. Sehingga dinilai mengabaikan aspirasi para pedagang.

“Siloam tidak pernah datang ke kita, itu menambah image yang gak bagus. Mereka gak pernah ngobrol dengan kita, tiba-tiba akan didirikan RS rujukan. Otomatis kita resah, harusnya kan ada permisi dulu,” terangnya saat di konfirmasi melalui telepon, Rabu (10/02/2021) malam.

Selama pandemi COVID-19, jumlah pengunjung Cito turun drastis dan terbilang sangat sepi. Dengan adanya RS rujukan COVID-19 di areal tersebut, menurut Totok hal itu akan memperparah keadaan, karena banyak dari karyawan pemilik tenant yang takut akan terpapar COVID-19. Sebab jarak RS rujukan dengan mall berdekatan.

Totok menambahkan, pada Senin (08/02/2021) kemarin, sebetulnya ada rencana dengar pendapat antara pemilik tenant dengan Komisi A DPRD Surabaya dengan RS Siloam namun batal digelar.

“Seharusnya Senin kemarin, terus ditunda karena masih ada silang selisih dengan kami. Kami minta pertemuan langsung tapi Dewan minta online. Karena kalo online itu kurang mantab,” tambahnya.

Meski hearing rencananya akan digelar Minggu depan, Totok akan tetap menyampaikan penolakannya dihadapan Dewan.

Penolakan itu tetap digencarkan karena sifat COVID-19 yang cepat menular. Apalagi informasi yang dia himpun, ada beberapa lahan bagian mall Cito itu diambil alih oleh pihak Siloam.

“Katanya minggu depan. Intinya kami tetap menolak karena ini kaitannya dengan penyakit menular. Dari sisi bangunan, sebagian lahan mall itu diambil oleh RS juga,” paparnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana sempat mengunjungi apartemen yang rencananya akan dijadikan RS rujukan tersebut untuk keperluan sidak.

Whisnu sempat mengeluarkan statement, jika ada beberapa syarat yang harus diselesaikan sebelum ia memberikan ijin kepada RS Siloam terkait rencana RS rujukan COVID-19 itu.

Salah satunya yakni menyelesaikan masalah persetujuan dengan masyarakat sekitar. Menanggapi hal itu, Totok sangat setuju dengan statement Whisnu yang dilontarkan pada awak media.

“Sangat sepakat. Yang jelas RS Siloam harus sosialisasi, selama ini belum ada sosialisasi di tenant. Kalo awalnya jadi RS umum mungkin berdampak bagus bagi ekonomi. Tapi ini (RS) untuk COVID,” pungkas Totok.@wendy

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun