LENSAINDONESIA.COM: Ongky Wira Setiawan, pengusaha muda asal Surabaya melapor ke polisi terkait hilangnya 1.661.300 lembar sahaamnya di Bank Jabar.

Selama ini ia memiliki 3.293.200 lembar saham di Bank Jabar senilai Rp 5,5 miliar.

Selain di Bank Jabar, Ongky mengaku menginvesikan dananya sebesar Rp 1 miliar di Semen Baturaja (SMBR) dengan membeli saham sebanyak 698.400 lembar, sebanyak 18.700 lembar sahamnya juga raib.

Ongky mengungkapkan, dirinya tertarik melakukan investasi dengan membeli saham Repurchase Agreement (Repo) di sebuah perusahaan bernama PT Trisurya Lintas Investama (TLI), setelah ditawari oleh sebuah broker bernama PT Versailles Indomitra Utama (VIU) pada 2018 lalu.

Setelah mempelajari Managemen PT TLI yang merupakan perusahaan manajer investasi tersebut, dan dinilai bagus menggunakan trust sekuritas. “Saya lihat dan pelajari, sekuritasnya juga aman, pakai trust sekuritas juga,” kata Ongky di Surabaya, Rabu (10/02/2021).

Setelah melakukan investasi dengan membeli 575.100 lembar saham senilai Rp 1 miliar, Ongky mengaku langsung mendapat rekening dana nasabah yang dibuatkan oleh perusahaan tersebut. “Selama itu saya dapat keuntungan sekian persen dari investasi saya sesuai dengan kontrak. Jadi tidak ada masalah awalnya,” tambahnya.

Karena tak ada kendala, Ongky kemudian tertarik dan membeli kembali lembar saham BJBR (Bank Jabar/bjb)  diantaranya, 936.000 lembar saham (senilai Rp 1,5 miliar), 1.193.900 lembar saham (senilai Rp 2 miliar), dan 588.200 lembar saham (senilai Rp 1 miliar). Total, Ongky sudah membeli 3.293.200 lembar senilai Rp 5,5 miliar. Selain itu, Rp 1 miliar lagi dia belikan saham SMBR.

“Itu saya beli sekitar tahun 2018 sampai 2019. Ada total lima kontrak, empat produk Bank Jabar (BJBR) dan satu saham produk Semen Baturaja (SMBR),” terangnya.

Setelah jumlah investasi mencapai Rp 6,5 milyar, tiba-tiba belakangan ini investasinya macet. Keuntungan bunga sembilan persen sesuai kontrak yang disepakati terlambat dibayaran hingga jatuh tempo, hinga dirinya melakukan penarikan dana yang diinvestasikan, terdapat selisih saham yang tidak sesuai dengan nilai dan jumlah kontrak awal dengan PT TLI.

“Ada selisih saham BJBR yang seharusnya 3.293.200 lembar, hanya tercatat 1.631.900 lembar. Begitu pula saham SMBR 698.400 lembar, hilang 18.700 lembar. Selisihnya sampai setengahnya,” paparnya.

Selain itu, saat menelusuri lebih jauh, dalam rekeningnya terdapat produk saham milik PCAR yang tak pernah dibelinya tiba-tiba muncul. “Saya hanya beli dua produk. BJBR sama SMBR. Tiba-tiba ada lagi itu saham milik PCAR,” ungkapnya.

“Padahal saya tidak pernah membelinya. Lembarnya seratusan ribu. Saya tidak pernah bermain di nilai saham dibawa seribu per lembar. Itu PCAR nilainya Rp 300 rupiahan per lembar. Jadi saya tidak mau beli dan tidak pernah merasa membelinya. Tapi kok ada di rekening saya. Ini aneh,” keluh Ongky

Nilai saham yang tak pernah dikehendaki Ongky membuat ia merugi besar. Belum lagi selisih saham yang hampir separuh. Akibatnya, dari modal sekitar Rp 6,5 milyar, Ongky hanya bisa menariknya sebesar Rp 1,7 milyar saja dan sisanya raib tanpa pertanggungjawaban.

Dengan tidak adanya tanggung jawab tersebut, Ongky melaporkan direktur PT TLI bernama Tommy Iskandar Widjadja ke Polrestabes Surabaya.

Advent Dio Randy, kuasa hukum Ongky menyebut, ada dugaan pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT TLI mengingat produk tersebut ditanda tangani oleh Tommy Selaku Direktur PT TLI tersebut.

“Kami laporan dugaan penipuan dan penggelapan dan saat ini sudah ditangani oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya,” ujar Dio

Dio juga menambahkan, kliennya yang berusaha menjalin komunikasi dengan PT TLI tidak mendapati sambutan positif. “Komunikasi yang berusaha dijalin oleh klien kami tidak mendapat respon Naik,” pungkasnya.

Sementara Yudistira selaku Kuasa Hukum Tommy Iskandar Widjadja, Yudhistira mengatakan jika kliennya tidak pernah mengenal Ongky dan melakukan transaksi sama sekali.

“Kami sebagai Penasehat Hukum dapat kami sampaikan bahwa klien kami tidak pernah mengenal, bertemu apalagi melakukan transaksi REPO Saham dengan Saudara Ongky,” tegasnya.

Disinggung terkait tanda tangan Tommy selaku direktur PT TLI dalam transaksi bersama Ongky, Yudhistira memastikan jika tidak pernah ada kegiatan tersebut.

“Tidak ada tanda tangan seperti yang disebutkan oleh pelapor.Karena permasalahan ini sudah masuk ke ranah hukum maka Klien Kami sepenuhnya menyerahkan penanganannya kepada Aparat Penegak Hukum yang tentunya akan melaksanakan tugasnya secara profesional dan sesuai Prosedur,” terangnya.

Sementara itu, Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha membenarkan laporan Ongky Wira Setiawan terhadap Tommy Iskandar Widjadja salah seorang pengusaha masyhur di Indonesia itu. “Benar sudah masuk laporannya,” ucapnya.

Namu , Ambuka belum menjelaskan secara detail perkembangan kasus tersebut sejauh ini. “Masih proses. Untuk pemeriksaan saksi sepertinya sudah. Kalau untuk terlapor masih kami cek dulu ya. Yang pasti kami proses sesuai dengan prosedur yang ada,” pungkasnya.@rofik