LENSAINDONESIA.COM: Pemilik stan dan penghuni aparteman di Mall City of Tomorrow (Cito) kembali berunjukrasa menolak pembukaan Rumah Sakit Khusus COVID-19 oleh RS Siloam.

Demo tersebut bahkan terjadi saat Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana melakukan inspeksi mendadak (sidak) di areal pembangunan RS Khusus COVID-19 di area Cito, Rabu (10/02/2021) siang.

Setibanya di lokasi, Whisnu langsung disambut para pedemo. Sambil membentangkan baner bertuliskan “Pemilik dan Penghuni Apartemen Aryaduta Cito Menolak Pembangunan RS Covid” mereka menyampaikan aspirasi terkait keberatan mereka terhadap pembangunan Rumah Sakit Khusus COVID-19 tersebut.

Keluhan utama para peserta aksi adalah karena tidak adanya sekat atau batas antara Rumah Sakit dengan mal maupun dengan Apartemen. Sehingga ditakutkan pembangunan Rumah Sakit tersebut bukan menyesaikan pandemi malah menambah parah karena akan memunculkan klaster baru. Bahkan perwakilan peserta aksi langsung menunjukkan seperti apa keadaan pembatas antara Rumah Sakit dan mal tersebut.

“Sejak 2014 sampai 2019 Bu Risma sudah nolak, jangan sampai Pak Whisnu baru sesaat dan mau landing justru memberi izin. Kami minta tolong pak dibantu,” ujar M. Yazid, Sekretaris P4 Cito saat berdiskusi dingan Whisnu di Lobby Mal Cito.

Yazid menilai pendirian Rumah Sakit dalam kondisi darurat seperti saat ini memang sangat penting. Namun menurutnya sangat tidak tepat jika pembangunan itu didirikan di area perbelanjaan yang menjadi salah satu sentral ekonomi masyarakat. Karena hal tersebut akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Dirinya mengungkapkan bahwa pendapatan yang diterima olehnya dan rekan-rekannya sangat kecil bahkan nol. Namun disisi lain dirinya harus tetap membayar ke pengelola tepat waktu jika tak mau tempatnya ditutup.

“Ini sentral ekonomi banyak yang mengharapkan, sekarang banyak SPG yang mau keluar karena takut, kemudian sekarang income kita nol karena gak ada pengunjung di satu sisi kita tetap harus bayar service charge kalau telat bayar ditutup,” jelasnya.

Oleh karena itu dirinya berharap agar semua aspirasi yang telah disampaikan kepada Whisnu dapat direalisasikan. Sehingga pembangunan Rumah Sakit COVID-19 di area Mal tersebut dihentikan. “Pak Whisnu adalah harapan kami jadi kami mohon dengarkanlah aspirasi kami,” harap Yazid diakhir diskusi.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun