LENSAINDONESIA.COM: Sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19 yang isolasi mandiri di hotel atau penginapan, Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait diwajibkannya Hotel dan Apartemen yang melaporkan pengunjung yang menginap tiga hari atau lebih. Sehingga tidak ada warga terkonfirmasi positif Corona yang menginap di hotel atau apartemen tersebut.

SE yang bernomor 433.2/1308/436.8.4/2021 ini merupakan salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Surabaya. Sekaligus agar tidak menimbulkan klaster baru di hotel dan apartemen. Oleh karena itu para pengelola hotel dan apartemen diminta kerja samanya demi terwujudnya tujuan tertesebut.

“Dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 Kota Surabaya, bersama ini disampaikan kepada saudara apabila terdapat tamu/pengunjung yang tinggal 3 hari atau lebih di tempat/usaha yang saudara kelola untuk segera melaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya,” tulis Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dalam SE yang ditandatanganinya.

Penerbitan SE ini sebagai buntut dari adanya laporan yang diterima oleh Whisnu dari Polrestabes Surabaya terkait ditemukannya tamu yang melakukan isolasi mandiri di hotel. Tanpa terlebih dahulu melaporkan ke Pihak Hotel. Whisnu sendiri tidak secara gamblang menyebutkan di hotel mana terjadinya kasus tersebut. Namun menurutnya hal ini sangat mengkhawatirkan dan membahayakan tamu hotel lainnya. “Kapan hari Polrestabes menemukan itu di salah satu hotel, isolasi mandiri karena COVID-19. Ini kan bahaya kalau dia nggak declare (mengumumkan),” terangnya.

Selain menerbitkan SE, Whisnu telah meminta Satgas COVID-19 yang berada di setiap kecamatan untuk rutin dalam melakukan Sidak ke setiap hotel dan kecamatan yang ada di Wilayahnya. Hal ini juga sebagai bentuk tegas agar pengelola hotel dan penginapan melaporkan bila ada pengunjung yang menginap lebih dari tiga hari di hotel atau penginapan tersebut.

“Untuk mencegah hal itu, Satgas COVID-19 di 31 kecamatan Surabaya sudah saya minta untuk bergerak intens melakukan pengawasan hotel atau penginapan guna memastikan kesehatan para pengunjung yang menginap lebih dari tiga hari,” jelasnya.@LI-13

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun