LENSAINDONESIA.COM: Miris, perbuatan oknum guru mengaji yang juga pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Ngoro satu ini sungguh keterlaluan. Dirinya tega menodai beberapa murid didiknya, dan atas perbuatan itu dirinya diganjar dengan pasal berlapis.

Atas laporan korban, Pihak Kepolisian bergerak cepat menangkap S, seorang pimpinan salah Pondok Pesantren di Kecamatan Ngoro. Pihak kepolisian Resort Polres Jombang mendapatkan laporan dari MS (48) dan QM (38), pada tanggal 8 dan 9 Februari 2021.

Para wali santri ini melapor bahwa atas perbuatan Kiai S (50) selaku pimpinan Ponpes.” Ada 2 orang yang melaporkan S atas tindak pidana pencabulan. Korban 6 orang, usia rata-rata 16-17 tahun. Tersangka inisial S ini pimpinan salah satu ponpes di ngoro,” terang Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, dalam press conference pres rilis di Mapolres Jombang, Senin (15/02/2021).

Usai mendapat laporan dari dua wali santri, pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti dan mengamankan Kiai S tersebut. Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, S ternyata melakukan hal tidak terpuji itu selama dua tahun terakhir.

“Tersangka S ini melakukan perbuatan itu sudah dua tahun. Terungkap 6 gadis yang jadi korban tersangka. Diantaranya 5 korban pencabulan dan 1 korban persetubuhan,” beber Kapolres Jombang.

AKBP Agung mengungkapkan tersangka melakukan aksi tersebut dengan membujuk korban, tersangka yang tak kuasa menahan nafsu. Dan perbuatan tersangka tersebut dilakukan mendatangi asrama putri ketika tengah malam.

“Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat 1 dan 2 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang pencabulan anak di bawah umur dan Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat 2 dan 3 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang persetubuhan anak di bawah umur,” pungkansya.@Obi