LENSAINDONESIA.COM: Untuk mendorong bisnis asuransi jiwa di tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbitkan kebijakan relaksasi.

Salah satunya memperpanjang relaksasi pemasaran Produk Asuransi yang Diasuransikan (PAYDI) atau lazim disebut unitlink secara online. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis asuransi jiwa ditengah pandemi Covid-19.

Kebijakan OJK memperpanjang relaksasi pemasaran unitlink secara digital dinilai positif oleh sejumlah kalangan.

Halnya, Pengamat Asuransi dari Sekolah Tinggi Asuransi Trisakti, Azuarini Diah mengatakan, kebijakan OJK tersebut mampu menekan dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap asuransi jiwa.
Ia mengingatkan, pelonggaran pemasaran unitlink secara digital itu tetap harus dilandasi prinsip kehati-hatian.

“Terutama saat memberikan layanan kepada para calon pemegang polis yang belum memahami secara baik produk unitlink. Apalagi, di tengah ketidakpastian ekonomi selama masa pandemi ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Lensaindonesia.com, Senin (15/02/2021).

Hal itu, lanjutnya, terutama edukasi tentang dana investasi nasabah yang ditempatkan di instrumen pasar modal yang berisiko tinggi.

“Karena itu, penting sekali bagi perusahaan asuransi memberikan edukasi kepada calon nasabah terkait produk PAYDI yang dijualnya,” tandasnya.

Ia menambahkan, edukasi yang benar dan menyeluruh kepada calon nasabah sangat penting. Sebab bisa meningkatkan performa penjualan produk unitlink yang dipasarkan.

Azuarini memproyeksi, kontribusi penjualan unitlink diperkirakan akan terus meningkat di tahun ini.

Selain kondisi pandemi yang belum menentu ini, maraknya berbagai kasus yang menimpa sejumlah perusahaan asuransi turut berdampak terhadap turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi.

“Karena itu, sangat penting perusahaan asuransi memberikan edukasi produk PAYDI,” imbuhnya.

Perlunya edukasi secara digital

Menurut Azuarini, salah satu bentuk edukasi yang harus dilakukan perusahaan asuransi agar masyarakat lebih memahami produk PAYDI yakni dengan rutin menggelar sosialisasi literasi unitlink lewat kanal digital.

“Semisal dalam bentuk seminar atau webinar soal PAYDI. Di sisi lain, masyarakat juga dihimbau agar membaca polis secara seksama. Jika ada yang tidak dipahami, atau tidak sesuai dengan kebutuhan, maka nasabah busa membatalkan polisnya sesuai ketentuan yang berlaku di polis tersebut,” tutur Azuarini.

Intinya, perusahaan asuransi harus memberikan akses informasi lebih interaktif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat kapan dan di manapun.

“Dengan adanya edukasi, maka akan berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya proteksi diri melalui produk asuransi kesehatan dan kebutuhan investasi untuk jangka panjang,” ucap Azuarini.

Di masa pandemi Covid-19, sejumlah perusahaan asuransi tetap gencar mengedukasi produk PAYDI secara online.

Langkah ini pernah dilakukan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri). Anak usaha Bank Mandiri ini telah menerapkan metode No Pass No Sell, yakni tenaga pemasar wajib mengikuti pelatihan dan lulus tes.

Bahkan, Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani pernah menyampaikan, para tenaga pemasaran AXA Mandiri dibekali pengetahuan menyeluruh dari sisi produk dan serangkaian proses. Tujuannya, agar mereka bisa membantu nasabah untuk merencanakan proteksi jangka panjang.

“Metode No Pass No Sell kami terapkan untuk memastikan tenaga pemasar memberikan layanan terbaik kepada nasabah,” papar Rudy.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengungkapkan, produk PAYDI seperti unitlink menjadi salah satu alternatif produk asuransi yang menarik bagi masyarakat. Selain memberikan perlindungan pada risiko jiwa, produk ini juga memiliki tambahan manfaat investasi.

Togar menjelaskan, para calon nasabah juga harus memahami bahwa investasi yang menawarkan imbal hasil, juga memiliki risiko yang disebabkan dari likuiditas portofolio investasi.

“Ini terutama yang terkait dengan ekonomi makro, termasuk kondisi pasar modal,” pungkas Togar.@Rel-Licom

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun