LENSAINDONESIA.COM: Surabaya mengalami kelangkaan kantong plasma. Hal ini terjadi di saat para penyintas (mantan pasien COVID-19) mulai tergerak mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu kesembuhan pasien yang tengah berjuang melawan COVID-19. Akibat minimnya stok kontong, tak semua penyintas COVID-19 bisa langsung mendonorkan plasmanya usai dilakukan screening.

Kondisi ini disampaikan PMI Kota Surabaya saat menerima kunjungan kerja dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Selasa (16/02/2021).

Menanggapi adanya kendala ini, Muhadjir akan berkomunikasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mengingat begitu efektifnya terapi plasma konvalesen guna mempercepat kesembuhan pasien COVID-19.

“Ada masalah kelangkaan kantong, saya nanti segera berkomunikasi dengan Kepala BNPB untuk pengadaannya bisa lebih baik sehingga tidak terjadi keterlambatan,” ujar Muhajir dalam di UTD PMI Kota Surabaya.

Salah satu penyebab dari kelangkaan ini menurut Muhajir, adalah akibat mulai sadarnya negara-negara lain akan pentingnya terapi plasma konvalesen bagi pasien COVID-19. Hal ini juga setelah adanya rekomendasi dari WHO.

Menurutnya angka kesembuhan dari terapi plasma konvalesen bagi pasien gejala ringan dan sedang mendekati angka 100% serta dengan gejala berat mencapai 86%. “Seluruh negara saat ini mulai sadar bahwa plasma konvalesen ternyata menjadi faktor pembeda untuk terapi penyembuhan COVID-19. Sehingga sekarang ramai-ramai mencari alat ini,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana berharap, kunjungan Menko PMK ke UDD PMI Surabaya ini dapat segera membantu mengatasi masalah kelangkaan kantong plasma. Sehingga tingginya jumlah pendonor plasma konvalesen di Surabaya dapat diimbangi dengan ketersediaan kantong plasma dan alat.

“Alhamdulillah, ada perhatian dari pemerintah pusat, kelangkaan di Surabaya terkait kantong plasma tadi direspon oleh Pak Menko. Kita harapkan satu atau dua hari ini ada tambahan kantong plasma. Karena ini para penyintas di Surabaya sudah semakin bersemangat untuk memberikan donor plasma konvalesennya dan ini antreannya juga sudah banyak,” kata Wali Kota Whisnu.

Wali Kota Whisnu menyatakan, dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, tentunya ke depan gerakan donor plasma konvalesen di Surabaya bakal semakin masif. Karenanya, dia berharap, distribusi kantong plasma ke Surabaya bisa segera dilakukan.

“Karena ketersediaan kantongnya ini masih terbatas. Kalau ada tindakan dari pemerintah pusat bantuan kantong plasma terutama, apalagi ada bantuan alat maka ini akan semakin masif lagi kita lakukan gerakan donor plasma konvalesen,” jelasnya.

Menurut dia, karena saat ini jumlah kantong plasma di Surabaya terbatas, sehingga dalam tiap hari jumlah pendonor harus dibatasi. Bahkan, berdasarkan laporan dari PMI yang diterima Whisnu, pagi ini ada 37 antrean calon pendonor plasma konvalesen yang belum bisa dilayani.

“Kita berharap bisa cepat dapat termasuk alat. Yang ada di Surabaya (alat) empat, yang bisa dipakai dua, karena yang dua kantongnya tidak ada,” ungkapnya.

Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya Tri Siswanto dalam laporannya mengungkapkan, sampai hari ini jumlah pendonor plasma konvalesen di Kota Pahlawan sebanyak 1.214 orang. Sedangkan jumlah distribusi yang sudah dilakukan sebanyak 5.021 kantong plasma konvalesen.

“Distribusi tak hanya untuk Kota Surabaya. Namun juga untuk kota lain, seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, dan Jawa Tengah,” kata Tri dalam sambutannya.

Dia juga menjelaskan, saat ini terdapat empat mesin plasma konvalesen dan satu mesin trombosit apheresis untuk proses pengambilan plasma di UDD PMI Surabaya. Namun, karena terkendala kurangnya kantong plasma, sehingga yang bisa beroperasi saat ini hanya dua mesin plasma konvalesen. “Karena terdapat kendala yaitu keterbatasan ketersediaan kantong kit dan terbatasnya ketersediaan reagen,” ungkap Tri.

Meski demikian, pihaknya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, serta Danrem Bhaskara Jaya yang telah menggerakkan dan memfasilitasi para penyintas COVID-19 di lingkungannya masing-masing untuk mendonorkan plasmanya. Sehingga penyediaan plasma konvalesen di Kota Surabaya dapat terpenuhi.@Budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun