LENSAINDONESIA.COM: Petugas Unit Polsek Asemrowo Surabaya menangkap seorang tukang pikat bayi yang diduga melakukan penipuan dengan modus klenik. Pelaku adalah Fitriyah Bihina (46), perempuan yang tinggal di Jl Putat Jaya Timur, Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, Iptu Rizkika Atmadha mengatakan, kejadian ini bermula saat Fitriyah berkunjung ke sebuah tempat kos di Jl Tambak Pring Barat. Saat itu, ia menanyakan harga kos. Saat itu Fitriyah melihat RO (penghuni kos) menggendong anaknya yang sedang menangis. Ia lalu menawarkan pijat bayi.

“FB (Fitriyah Bihina) menawarkan pijat dan menerawang kalau anaknya RO kena gangguan roh halus, kemudian RO percaya dengan tipu rayu FB,” ujarnya, Selasa (16/2/2021).

Mendengar keterangan Fitriyah, kemudian MRS penghuhi kos yanga lain penasaran. I pun meminta Fitriyah untuk sekalian menerawang kos yang ditempatinya saat ini. Karena lokasi kos tersebut menurut orang jawa merupakan tusuk sate.

Setelah melakukan penerawangan, pelaku mengatakan ada makhluk jahat yang tak kasat mata mendiami seluruh bangunan kos tersebut, akhirnya dia menawarkan paku emas seharga Rp 500 ribu untuk penangkal roh jahat itu.

“FB akhirnya menawarkan paku emas ditukar dengan uang Rp 500 ribu. Selanjutnya seluruh korban disuruh masuk ke kamar dan tidak diperbolehkan keluar,” imbuhnya.

Pada saat kedua korban berada didalam kamar, pelaku yang mengetahui ada ponsel Samsung Galaxy A01 diatas meja rias akhirnya berkoordinasi dengan H, suami sirih pelaku (DPO) yang stand by diluar untuk mengambil ponsel tersebut.

Setelah berhasil menipu korbannya, mereka bergegas keluar dari kos dan melarikan diri.

Tak butuh waktu lama setelah korban melaporkan peristiwa itu ke polisi, pelaku berhasil diringkus namun H berhasil meloloskan diri dan saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dihadapan awak media, Fitri mengaku bahwa otak penipuan itu adalah H. Penipuan itu didasari oleh H karena menurut Fitri dia telah kecanduan narkoba.

“Hasilnya untuk apa saya gak tahu, tapi suami saya sering nyabu sama teman-temannya orang Madura. Saya kalo gamau melakukan hal itu bakal dipukuli dan saya sudah sering dipukuli,” akui Fitri sambil isak tangis.

Saat ini anggota Polsek Asemrowo tengah mengumpulkan keterangan untuk memburu pelaku H yang menjadi otak penipuan melibatkan hal klenik tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan, dan terancam hukuman 5 tahun penjara.@wendy