LENSAINDONESIA.COM: Mastur (47) warga Jl Arif Rahman Hakim, Probolinggo dan Ahmadi (41) warga Jl Luaor Utara, Sumenep, Madura, diciduk Ditpolairud Polda Jatim karena menjual 30 kotak bom ikan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, awalnya ada laporan dari masyarakat yang tinggal di wilayah Pelabuhan Jangkar Situbondo terkait aktivitas jual-beli bahan peledak ikan.

Diam-diam Tim Intelair Ditpolairud Polda Jatim melakukan pengintaian dan berhasil meringkus kedua pelaku di Pelabuhan Jangkar Situbondo berikut barang bukti 30 kotak bahan peledak jenis detonator.

“Penangkapan kedua tersangka ini setelah adanya informasi masyarakat jika di Pelabuhan Jangkar sering digunakan transaksi bom ikan. Dari situ, penyidik Ditpolairud melakukan penyelidikan hingga penangkapan kedua tersangka,” kata Kombes Gatot Repli, Jumat (19/2/2021) siang.

Dalam praktik jual beli bom ikan ini, Mastur mengemas bom yang berukuran satu jari telunjuk manusia itu dalam kotak kecil seperti paket dan diserahkan kepada Ahmadi selaku pembeli.

Perkotak bom itu berisi 100 biji bahan peledak low explosive dengan harga jual perbijinya Rp 7000. Diketahui dia meracik bom tersebut di Pulau Ra’as untuk selanjutnya dijual.

Sementara Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Arnapi menyebut bom ikan yang terbuat dari campuran arang, potassium dan juga belerang ini berbahaya bagi ekosistem laut.

“Bom ikan yang dibuat tersangka ini cukup berbahaya, karena bisa merusak ekosistem laut,” ucapnya.

Sistim kerja bom itu sendiri menggunakan detonator sebagai pemicu yang dimasukkan ke tengah bubuk potassium yang dikemas dalam botol untuk meningkatkan daya ledak.

Setelah itu, botol dibakar dengan api dan dilemparkan ke area kerumunan ikan. Jika peledak ini dilempar ke laut akan mengakibatkan kerusakan terhadap terumbu karang juga.

Dalam penyidikan diketahui Mastur merupakan residivis kasus serupa pada 2015 lalu. “Tersangka Mastur ini seorang residivis kasus yang sama, pada tahun 2015 lalu sudah pernah ditangkap,” tambah Arnapi.

Dari penangkapan ini, Ditpolairud mengamankan barang bukti berupa bom ikan 30 kotak untuk masing-masing kotak berisi 100 biji.

Dari pengungkapan ini kedua tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang – undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak. Keduanya akan mendapatkan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup. @wendy