LENSAINDONESIA.COM: Kasus penularan virus COVID-19 di seluruh dunia mulai mengalami penurunan selam sebulan terakhir. Menyikapi hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli meminta negera-negara yang sudah mulai melakukan vaksinasi untuk tidak lengah.

“Sekarang bukan waktunya untuk lengah. Kita tidak bisa membiarkan diri kita kembali ke dalam situasi di mana kasus kita meningkat lagi,” kata Kepala Teknis WHO untuk Penangaanan COVID-19, Maria Van Kerkhove dari London seperti dikutip Reuters, Jumat (19/02/2021).

Angka yang dihimpun Reuters menunjukkan, infeksi virus corona harian yang dilaporkan telah mengalami penurunan di seluruh dunia selama sebulan terakhir. Pada Selasa 16 Februari 2021 tercatat ada 351.335 kasus baru COVID-19. Jumlah tersebut sedikit dibanding kasus harian pada 7 Januari yang mencapai 863.737 kasus baru.

Sedangkan data pasien meninggal dunia, tercatat pada 16 Februari ada 10.957 orang. Jumlah itu menurun dibanding 26 Januari yang mencapai 17.649 orang. Secara keseluruhan, saat ini jumlah kasus positif global mencapai 110.658.260 orang di mana 2.445.759 meninggal dunia dan 85.483.260 sembuh.

Akan tetapi, optimisme tentang jalan keluar dari krisis telah dibatasi oleh menyebarnya varian baru virus tersebut, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang kemanjuran vaksin.

Infeksi COVID-19 juga mengalami penurunan di Amerika Serikat, dengan rata-rata 77.883 infeksi baru dilaporkan setiap hari. Itu berarti lebih rendah 31% dari puncak – rata-rata harian tertinggi yang dilaporkan pada 8 Januari.

Tercatat di AS kini jumlah kasus positif mencapai 27.902.387 orang di 490.795 pasien meninggal dunia. AS merupakan negara terparah terdampak pandemi COVID-19.

Reuters juga memberitakan, sejauh ini, 85 negara telah mulai memvaksinasi warganya untuk virus Corona dan telah memberikan setidaknya 187.892.000 dosis.

Gibraltar, Wilayah Luar Negeri Inggris yang terletak di ujung selatan Spanyol, memimpin dunia dan telah memberikan dosis vaksin yang cukup untuk 40% populasinya, dengan asumsi setiap orang membutuhkan dua dosis.

Sebelumnya, Jubir Satgas COVID-19 Indonesia Prof Wiku Adisasmito mengungkap kasus corona di dunia sedang menurun. Katanya, hal ini sejalan dengan penurunan yang terjadi di Indonesia.

“Saya kutip perkembangan COVID-19 yang disampaikan WHO bahwa kasus positif di tingkat global mengalami penurunan 17 persen pada minggu lalu. Hal ini juga dibarengi penurunan kematian sebesar 10 persen,” kata Wiku dalam jumpa pers virtual di BNPB, Selasa (16/02/2021) lalu.

“Ini sejalan dengan perkembangan penanganan di Indonesia pada beberapa minggu terakhir yang menunjukkan penurunan kasus positif dan penurunan keterisian tempat tidur,” imbuhnya.

Dilihat pada grafik selama 4 minggu PPKM serta 1 minggu PPKM mikro terjadi penurunan kasus secara signifikan. Wiku pun menyampaikan detailnya.

“Pada awalnya kasus aktif harian sempat mencapai puncak 24 Januari 2021, 16,44 persen. Angka ini meningkat 0,61 persen dari hari pertama pelaksanaan PPKM kab/kota. Namun, angka ini terus turun hingga 14,69 persen atau turun 1,75 persen dari puncak,” jelas dia.

“Setelah 1 minggu PPKM mikro angkanya makin turun hingga 13,06 persen atau turun 3,38 persen,” imbuhnya.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun