LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Indonesia mengambil langkah berupa memperpanjang kembali kebijakan program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro yang sudah berjalan sejak 9 Februari 2021 lalu.

Keputusan memperpanjang program PPKM Mikro tersebut berlaku selama dua minggu ke depan, mulai 23 Februari-8 Maret 2021.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, Sabtu (20/2/2021).

“Perlu kita tindak lanjuti perpanjangan PPKM karena termonitor dapat menekan berbagi kriteria yang diterapkan untuk menekan pandemi Covid,” ujar Airlangga yang juga sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Sabtu (20/2/2021).

Lebih lanjut Airlangga menjelaskan, angka kasus aktif Covid-19 secara nasional terjadi tren penurunan selama masa pemberlakuan PPKM Mikro. Jumlah kasus aktif tersebut turun sekitar 17,27 persen dalam sepekan dengan jumlah kasus aktif mencapai 162.182 orang.

“Tren kasus aktif di 5 provinsi berhasil diturunkan [DKI, Banten, Jabar, DI Yogyakarta dan Jatim) Tren kepatuhan berdasarkan survei juga naik,” tegasnya.

Saat ini, kata Airlangga, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit yang menangani Covid-19 menurun di tujuh provinsi. Sejumlah indikator tersebut memberikan tanda positif dalam penanganan pandemi Covid-19 dalam terakir ini. Diharapkan, ke depan jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air bisa ditekan kembali dan berjalan efektif.

“Berdasarkan hal tersebut kami tindak lanjuti, PPKM bisa menekan berbagai kriteria,” tambahnya.

Pemerintah memutuskan memperpanjang kembali kebijakan PPKM dalam dua minggu ke depan, pada 23 Februari hingga 8 Maret 2021. Hasil evaluasi atas pelaksanaan PPKM sebelumnya, sambung dia, akan ditindaklanjuti para gubernur dengan menjalankan Instruksi Mendagri No. 4/2021.@licom

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun