LENSAINDONESIA.COM: Agung Priyanto (42) warga Jl Sidoyoso Wetan, pelaku yang gagal melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sehingga dihajar warga Jl Kedinding Lor ternyata residivis kasus serupa.

Kapolsek Kenjeran, Kompol Esti Setija Oetami mengatakan, setelah Agung sadar dari masa kritisnya akibat dihajar warga Kedinding Lor, pihaknya langsung melakukan interogasi singkat.

“Tersangka sudah pernah melakukan curanmor di Darmo Kali dan diproses Polsek Tegalsari,” ujarnya, Minggu (21/2/2021).

Saat ini, polisi tengah memburu rekan Agung yang ikut terlibat dalam pencurian kendaraan Honda Beat Putih L 6469 TA, milik HSR (50) warga Jl Tambak Wedi Baru.

Polisi juga sudah mengantongi identitas pelaku yang berhasil lolos saat dipergoki oleh warga setempat. “Dia tidak bekerja sendiri. Dia bersama temannya berinisial A yang saat ini menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang,” pungkasnya.

Dalam pemberitaan Lensa Indonesia sebelumnya, Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 04.00 WIB, Agung bersama A melakukan tindakan curanmor di Gang Seruni, Kedinding Lor, Surabaya.

Namun aksi bersama rekannya itu dipergoki warga yang langsung memaksanya membuka masker saat menuntun motor yang hendak dibawa kabur. Tak pelak, Agung langsung dikepung, sedangkan rekannya berhasil kabur.

Agung akhirnya hanya bisa pasrah saat warga bergantian memukul dan menendangnya. Bahkan kepalanya sempat dikepruk helm.

Agung sempat mengalami kritis dan dirawat di RS Soewandhie akibat babak belur dihajar warga setempat yang geram.

“Iya benar, pelaku saat ini berada di RS Soewandhie sedang dirawat akibat babak belur dihajar massa,” ujarnya, Sabtu (20/2/2021).

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit Honda Beat Putih L 6469 TA beserta kunci motor.

Atas perbuatannya, Agung dijerat pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan dan diancam hukuman penjara selama 7 tahun. @wendy