LENSAINDONESIA.COM: Presiden Amerika Serikat Joe Biden memimpin rakyatnya untuk menghendingkan cipta sejenak untuk merenungkan kematian 500.071 orang di negaranya akibat pandemi COVID-19.

Biden bersama Ibu Negara Jill Biden, Wakil Presiden Kamala Harris, dan second gentleman Doug Emhoff menandai momen hening cipta pada pukul 18.15  di Gedung Putih, Washington waktu AS.

Dalam pidato kenegaraannya di Gedung Putih yang dihiasi cahaya lilin, dengan penuh emosional Biden menyebut, peristiwa ini sebagai tonggak sejarah yang suram.

“Hari ini kami menandai tonggak sejarah yang benar-benar suram dan memilukan, sebanyak 500.071 orang meninggal. Ini lebih banyak orang Amerika yang tewas dalam satu tahun dalam pandemi ini dibandingkan dalam Perang Dunia Pertama, Perang Dunia Kedua dan Perang Vietnam jika digabungkan,” katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (23/02/2021).

Lebih dari 28,1 juta orang Amerika telah terinfeksi, angka ini pun menjadi rekor global lainnya.

Biden mengajak warga Amerika untuk mengesampingkan perbedaan partisan dan memerangi pandemi bersama-sama.

“Hari ini saya meminta semua orang Amerika untuk mengingat. Ingat mereka yang hilang dan kita tinggalkan,” katanya, menyerukan orang Amerika untuk melawan COVID-19 bersama.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki menyampaikan, Presiden Biden juga memerintahkan semua bendera di properti federal diturunkan menjadi setengah tiang selama lima hari ke depan.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun