LENSAINDONESIA.COM: Salah satu warung kopi di Jl Sidorame Belakang IV, Surabaya, digrebek anggota Reskrim Polsek Asemrowo karena menyediakan sabu plus sarana bisa menikmati di tempat.

Dari penggrebekan ini, polisi mengamankan dua tersangka warga setempat yang bertugas sebagai penjaga warung sabu. Masing-masing Muhammad Nasir (33) dan Busiri (44).

Kapolsek Asemrowo, Kompol Hary Kurniawan, mengatakan pengungkapan warung sabu ini berawal dari adanya informasi di kawasan tersebut kerap dijadikan transaksi sabu sekaligus bisa digunakan di tempat (andok).

Diam-diam polisi berpakaian preman melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi. “Kami melakukan penyelidikan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, Iptu Rizkika dan berhasil mengamankan dua pelaku,” ujarnya, Rabu (23/2/2021).

Kompol Hary menambahkan, satu paket sabu di warung itu dijual mulai Rp 130 ribu. Jika ingin menghisap di tempat, pelanggan hanya perlu menambah Rp 5000 untuk sewa alat.

Dalam sehari ada puluhan pelanggan yang keluar-masuk andok di warung yang lokasinya berada di pinggir kali itu, dengan omzet yang mencapai Rp 50juta untuk satu hari.

Warung nyabu itu sendiri sudah 6 bulan menjalankan bisnis jual-beli sabu-sabu. “Omzet dalam satu hari dari warung tersebut kurang lebih Rp 50 juta. Ini angka yang cukup besar,” tambahnya.

Dari hasil penyidikan, kedua tersangka mengaku mendapatkan barang haram dari Madura. Saat ini polisi tengah melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan mereka.

“Ini akan terus kami kembangkan kepada pelaku utama. Masih dalam pengejaran. Barangnya berasal dari Madura,” pungkasnya.

Sementara tersangka Nasir di hadapan awak media mengaku, jika dia baru sebulan menjaga warung yang letaknya di gang sempit itu “Saya baru satu bulan. Sehari habis berapa poketnya tergantung tamu yang datang,” akunya.

Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti 198 poket sabu dengan berat 77,34 gram berikut plastik pembungkus, 50 korek api yang telah dimodifikasi, 30 botol plastik air mineral, 54 pipet kaca sera uang tunai Rp 13.750.000.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman penjara minimal 4 tahun hingga seumur hidup. @wendy