LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi bersiap menggelar masa Reses I Tahun 2021 Masa Jabatan 2019-2024.

Selama reses nanti, politisi PDIP ini akan fokus pada sosialisasi pencegahan COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan. Hampir satu tahun ini, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak buruk bagi perekonomian, terutama di sektor wisata.

Karena itu, Daniel Rohi para pelaku wisata di daerah-daerah wisata tetap bisa bertahan saat pandemi COVID-19.

Meskipun pariwisata tetap buka, namun harus berjalan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Menurut Daniel jika pariwisata tutup maka akan berdampak ke banyak pihak dan banyak sektor.

“Tetep pariwisata harus buka agar perekonomian menggeliat. Karena kalau harus ditutup itu akan berdampak pada berbagai sektor. Pedagang kecil utamanya. Masyarakat sekitar juga yang biasanya menggantungkan hidup dari wisata,” ujarnya pada LICOM, Rabu (24/02/2021).

Utamanya untuk desa wisata yang memang belum mempunyai modal besar sehingga perlu diberikan bantuan berupa dana insentif agar tetap bertahan dalam masa pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini.

“Kondisinya saat ini seperti yang ada di Dapil saya (Dapil VI Malang Raya), desa-desa wisata sepi pengunjung. Ada itu di Kabupaten Malang, Kebon Pring. Sepi tak ada pengunjung. Kalau ini dibiarkan pasti akan tutup karena mereka tak ada pemasukan. Karena itu pemerintah perlu turun.

Mereka perlu dibantu dari sisi anggaran agar tetap bertahan. Sebab desa wisata yang paling mendapatkan manfaat di masyarakat bawah,” tegas dia.

Pihaknya menyayangkan hingga saat ini belum ada upaya penuh dari pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk memberikan solusi yang nyata bagi desa-desa wisata.

“Pemerintah belum berbuat apa-apa. Belum ada terobosan kalau saya lihat. Entah itu sosialisasi, mengedukasi bagaimana
para pelaku wisata agar bisa bertahan menjalankan wisatanya. Ataupun memberikan subsidi untuk tiket masuk wisata agar menarik wisatawan lokal. Nantinya wisata akan jalan terus, tidak untung misalnya nanti, ya tidak apa-apa, yang penting tidak rugi dan aktifitas jalan terus,” tegas Daniel.

Kepada pemerintah juga diharapkan untuk tak abai untuk merawat desa-desa wisata di Jatim. Daniel Rohi menilai perlu diperluas lagi promosi wisata kepada para wisatawan agar tetap berwisata dengan aman meski di masa pandemi COVID-19.

Sementara, saat ini Komisi B DPRD Jatim juga masih terus membahas tentang Rancangan Perda (Raperda) tentang Desa Wisata. Dalam Raperda tersebut pemberdayaan usaha desa pariwisata dinilai penting, sebab berdasarkan realita selama ini, desa wisata seolah bermain sendiri. Hal ini karena pemerintah tidak dapat memberikan dukungan sebab diluar kewenangannya. Dampaknya, banyak usaha desa wisata tidak memiliki perizinan.

Terkait pengolahan desa wisata, Raperda ini juga akan menambah pasal tentang norma yang mengatur kerjasama pengelolaan desa wisata didalamnya terdapat keniscayaan keterlibatan BUMN, BUMD, BUMDes, kelompok sadar wisata dan badan usaha swasta. Porsi dan pembagian hasil usaha yang telah disepakati sesuai partisipasi masing-masing.

Raperda ini diharapkan bisa mewujudkan visi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.@sarifa

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun