LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 17 kepala dan wakil kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur bakal mengikuti pelantikan secara offline alias hadir langsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/02/2021) hari ini.

Pelantikan secara langsung ini berisiko menyebabkan klaster COVID-19. Karena itu, pola antisipasi disiapkan oleh panitia pelaksana acara pelantikan.

Salah satunya, menyiapkan ruang khusus bagi kepala atau wakil kepala daerah yang hasil tes PCR-nya diketahui positif.

Ketua Pelaksana Pelantikan Kepala Daerah Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, antisipasi penyebaran COVID-19 dilaksanakan mulai dari pintu gerbang Gedung Negara Grahadi Surabaya. Ada upacara penyambutan di depan pintu gerbang tersebut.

“Mereka yang akan dilantik beserta undangan diperiksa di pintu tersebut,” kata Aries Agung, Kamis (25/02/2021).

Setelah penyambutan, lanjut dia, para undangan diminta menyerahkan bukti test PCR ke meja validasi. Undangan yang lolos validasi, dipersilahkan masuk ke Gedung Grahadi. Sekdaprov Heru Tjahjono akan menyambut mereka. “Lalu dipersilakan ke ruang transit,” kata Aries yang juga kepala BPSDM Jatim ini.

Sementara, bagi kepala atau wakil kepala daerah yang positif, nanti dipersilakan ke ruang khusus. Panitia pelaksana sudah menyiapkan ruang khusus mereka. Di ruang itu, ada peralatan pelantikan virtual. “Mereka mengikuti pelantikan virtual dari ruang itu,” imbuh Aries.

Pelantikan bupati/wali kota beserta wakilnya yang telah terpilih ini bakal digelar dalam tiga sesi, pertama dimulai pukul 09.00 WIB.

Sesi kedua pukul 13.00 WIB dan sesi ketiga pukul 16.00 WIB. Para undangan diminta hadir di lokasi satu jam sebelum pelantikan. Prosedur yang sama juga berlaku untuk peserta pelantikan sesi kedua dan ketiga.@sarifa

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun