LENSAINDONESIA.COM: Achmad Aji Prasetiyo (26) ditangkap anggota Reskrim Polsek Gayungan karena kedapatan menyimpan 12.000 butir pil koplo jenis double L dan 14 poket sabu siap edar.

Penangkapan pemuda yang tinggal di Jl Ir. Soekarno, Kecamatan Rungkut, Surabaya itu berawal dari informasi masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan, Ipda Hedjen Oktianto mengatakan, menurut keterangan masyarakat Aji Prasetiyo tersangka sering melakukan transaksi barang dengan gelagat yang mencurigakan.

Merespon informasi tersebut, Rabu 17 Februari 2021 lalu anggota Reskrim Polsek Gayungan melakukan penyelidikan. Dan ketika setelah menyimpulkan bahwa pelaku merupakan pengedar narkoba, petugas pun langsung melakukan penggeledahan.

Dan benar petugas menemukan barang bukti narkoba di tempat tinggal Aji Prasetiyo.

“Petugas saat melakukan penggeledahan ditemukan 14 poket sabu dan 12.000 pil koplo warna putih berlogo double L. Tersangka mengakui barang itu miliknya,” ungkap Ipda Hedjen Oktianto, Kamis (25/2/2021).

Dari hasil penyidikan, tersangka Aji Prasetiyo mendapatkan narkotika itu berasal dari seseorang bernama Andre alias Ambon yang saat ini tengah mendekam di Lapas Porong.

“Tersangka mengaku, sabu dan pil koplo warna putih berlogo double L tersebut dibeli dari AA narapidana Lapas Porong,” tambahnya.

Sementara hasil pengembangan yang dilakukan, polisi juga berhasil meringkus Andika Candra (21) warga Jl Rungkut dan Aji Nugroho (19) yang tinggal ngekos di Jl Tambaksumur, Sidoarjo.

Diketahui mereka berdua mendapatkan 5 poket sabu itu dari tersangka Acmad Aji Prasetiyo seharga Rp 700ribu dengan berat kotor mulai 0,16-0,26 gram.

“Kedua tersangka ini ditangkap setelah kami melakukan pengembangan kepada Acmad Aji Prasetiyo. Ada 5 poket sabu, ngakunya untuk konsumsi pribadi,” tegasnya.

Dari seluruh pelaku, polisi mengamankan barang bukti 12.000 butir pil koplo, 15 poket sabu dengan berat keseluruhan 5,11 gram, 1 buah timbangan digital dan seperangkat alat hisap sabu.

“Ketiga pelaku kami jerat pasal 114 ayat 1 Jo 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya.@wendy