LENSAINDONESIA.COM: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memberikan bantuan alat pendeteksi COVID-19 bernama i-Nose C-19 kepada umah Sakit Lapangan (RSL) Khusus COVID-19 Kogabwilhan II Indrapura Surabaya.

Upaya ini dilakukan untuk maksimalkan penanganan COVID-19 di RSL Kogabwilhan II Indrapura Surabaya.

Alat i-Nose C-19 karya guru besar ITS, Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno ini mampu mendeteksi COVID-19 melalui bau keringat dari ketiak (axillary sweat odor).

Prof. Ryan menyampaikan, i-Nose C-19 dibekali kecerdasan buatan, cara kerjanya dengan mengambil sampel dari bau keringat ketiak seseorang kemudian diproses menggunakan artificial intelligence (AI).

“Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan i-Nose C-19 tidak mengandung virus COVID-19,” ungkap di sela penyerahan bantuan, Jumat (27/02/2021).

Dibanding alat pendeteksi COVID-19 lainnya, alat ini diklaim memiliki beberapa kelebihan, yakni adanya sampling dan prosesnya berada dalam satu alat, sehingga seseorang dapat langsung melihat hasil screening pada i-Nose C-19 dalam waktu beberapa menit saja.

“i-Nose C-19 juga dilengkapi fitur near-field communication (NFC), sehingga pengisian data cukup dengan menempelkan e-KTP pada alat deteksi cepat COVID-19 ini. Untuk hasilnga keluar dalam waktu kurang lebih 3,5 menit,” jelas Prof. Ryan.

Dia menambahkan, tingkat akurasi i-Nose C-19 dijamin handal karena penyimpanannya pada alat maupun cloud computing sebagai pendukung untuk dapat terintegrasi dengan publik, pasien, dokter, rumah sakit maupun laboratorium.

“Scanner ini dapat dilakukan oleh semua orang dengan perangkat pengaman yang lebih sederhana yakni hanya sarung tangan dan masker sebagai perlindungan dasar,” tambahnya.

Kedepannya, alat ini akan terus ditingkat kembali dengan tujuan mendapat ijin edar, sehingga dapat disebarluaskan dan dikomersialkan kepada masyarakat.

Sementara Penanggung jawab RSL Kogabwilhan II, dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengapresiasi temuan alat I-Nose C-19 tersebut.

Beberapa tenaga medis dan relawan dari RSL yang berada di Jl Indrapura, Surabaya ini juga telah melakukan uji coba terhadap alat tersebut.

Menurutnya, inovasi yang telah dikembangkan oleh ITS sangat membantu pihak tenaga medis untuk sedikit meringankan kinerjanya.

“Silahkan terus dikembangkan dan disempurnakan, semoga alat tersebut segera mendapatkan ijin dan legalisasi dari pihak terkait. Kami siap membantu untuk proses tersebut. Untuk pengoperasian di RSLI silahkan berkoordinasi dengan relawan pendamping pada Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 RSLI, yang kebetulan juga personelnya banyak berasal dari ITS,” pungkasnya.@wendy

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun