LENSAINDONESIA.COM: Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan peran aktif warga masyarakat skala mikro berdampak signifikan dalam menekan angka penyebaran Cvid-19.

Sebab itu, dalam penanganan pandemi Covid-19 hingga saat ini tidak bisa pemerintah berjalan sendirian, tetapi harus melibatkan warga hingga lingkungan RT/RW sebagai kunci dalam mencegah atau menekan penyebaran penularan virus corona.

Hal ini kelebihan dengan seiring pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Masyarakat Indonesia memiliki sikap gotong-royong yang kuat sejak dulu.

“Harus teribat aktif. Memang sebetulnya di masyarakat kita kan gotong-royongnya kuat,” ujar Sonny dalam dialog “Efektivitas PPKM Mikro: Peran Penting Masyarakat Dalam Menekan Penyebaran Covid-19” secara virtual, dikutip Sabtu (27/2/2021).

Dalam kebijakan PPKM mikro saat ini, Sonny menjelaskan, pemerintah menempatkan masyarakat sebagai subyek. Sehingga, masyarakat bisa lebih aktif dalam keterlibatannya untuk bersama-sama mengatasi pandemi saat ini.

“Menjadikan seluruh masyarakat menjadi subjek ya, bukan hanya sebagai objek,” terangnya.

Sekedar diketahui, Pemerintah kembali memperpanjanga masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai dari 23 Februari hingga 8 Maret 2021, atau dua pekan kedepan.

Langkah tersebut diambil pemerintah karena dalam penerapan PPKM mikro di Pulau Jawa-Bali secara ketat dan baik mampu menekan angka Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir.

Pengumuman tersebut langsung disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dalam keterangan persnya, Senin (22/2).@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun