LENSAINDONESIA.COM: Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi berkunjung ke Jawa Timur memastikan penanganan COVID-19 berjalan baik.

Selain meninjau Rumah Sakit Lapangan (RLS) Khusus COVID-19 Kogabwilhan II Jl Indrapura, Surabaya, Menkes Budi juga mengunjungi Pesantren Bumi Shalawat di Kabupaten Sidoarjo.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di pesantren asuhan KH Agoes Ali Mashuri tersebut sudah benar.

Menkes Gunadi yang disampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa menyampaikan, pendidikan di sekolah harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan guru.

“Kita sudah bikin protokol kesehatan yang baik. Sekolah tidak boleh berhenti harus bisa dijalankan terus dan sekolah harus ada interaksi fisik antara guru dan murid,” katanya, Sabtu (27/02/2021).

Ia menilai kalau proses mengajar tidak dilakukan secara tatap muka maka yang akan didapat oleh murid hanya ilmunya saja, keterampilan dan etika belum tentu didapatkan.

“Nah maka dari itu perlu dibuat protokol kesehatan yang bisa mengamankan proses belajar mengajar dengan kontak fisik,” ucap Menkes Budi.

Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat KH Agoes Ali Mashuri atau yang akrab disapa Gus Ali mengatakan penerapan protokol kesehatan telah diterapkan kepada santri sekaligus memberi contoh kepada masyarakat sekitar.

“Santri menjadi basis yang kuat di masyarakat dalam menerapkan kemaslahatan umat, termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Gus Ali.

Protokol kesehatan di pesantren dapat diterapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01. 07/MENKES/ 2322/2020 tentang Panduan Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Pesantren.

Protokol kesehatan di pesantren dilakukan dengan memperhatikan pencegahan penularan pada individu, perlindungan kesehatan pada masyarakat pesantren, dan manajemen penanganan kasus COVID-19.

Protokol kesehatan tersebut diterapkan secara ketat seperti dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dengan orang lain, dan memakai masker.

Hal itu telah diterapkan di Pesantren Bumi Shalawat. Nampak terlihat fasilitas yang digunakan santri diberi jarak agar tidak berdekatan. Selain itu telah disediakan pula tempat cuci tangan yang mudah didapatkan oleh santri atau masyarakat pesantren.

Di beberapa titik juga telah terpasang imbauan-imbauan untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Menkes Budi mendukung pelaksanaan pendidikan tatap muka langsung dengan sayarat protokol kesehatan harus diterapkan dengan sangat ketat.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

 

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id