LENSAINDONESIA.COM: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono meminta pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) sebagai kegiatan edukasi masyarakat.

Dante berharap, agar pelacakan kontak (contact tracing) pasien Covid-19 tidak membuat mereka atau keluarga merasa dikucilkan apabila dinyatakan positif.

“Membuat budaya baru bahwa kegiatan kontak tracing adalah kegiatan yang membuat pasien atau keluarga atau masyarakat tidak merasa dikucilkan kalau terkonfirmasi COVID-19,” ujar Dante, dikutip dari laman Kemenkes, Sehat Negeriku, Senin (1/3/2021).

Dante pun meminta, pelaksanaan 3T juga dijadikan sebagai kegiatan untuk melakukan sosialisasi secara komunal. Peningkatan kegiatan ini diharapkan memberi dampak positif dalam penanganan Covid-19 di masyarakat luas.

Sebelumnya, dalam kegiatan Kick Off Simulasi Contact Tracing oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Kantor Kelurahan Krukut, Jakarta Barat pada beberapa waktu lalu, Dante menyampaikan bahwa stigma pada pasien Covid-19 menjadi salah satu kendala pelaksanaan isolasi mandiri.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun