LENSAINDONESIA.COM: Nasib kurang beruntung dialami TA (17). Gadis ini diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh guru spiritual JK (sang ayah) berinisial AR (44), selama 8 tahun lamanya.

RN selaku ibu kandung korban menuturkan, pencabulan itu dialami oleh TA sejak kelas empat SD. Hal itu disampaikan secara langsung oleh TA kepadanya.

Sebelumnya, RN yang sudah pisah dengan dengan sang suami, JK sengaja tidak memberikan kesempatan kepada sang anak untuk berkomunikasi dengan ibundanya selama kurun waktu delapan tahun lamanya.

“Anak saya ini dibawa oleh mantan suami, dan saya sengaja tidak diberitahukan tempat tinggal mereka. Selama 8 tahun, saya terus mencarinya,” tuturnya saat ditemui di Surabaya, Rabu (23/2/2021).

Saat mereka bertemu dan hidup bersama selama dua bulan lamanya, TA menuturkan jika ia akan menikah dengan seorang pria yang sudah punya istri.

RN sempat mencerca TA dengan beberapa pertanyaan, sebab dia tak mau mengaku siapa lelaki tersebut. Perlahan-lahan TA terbuka, RN dapat menebak jika yang dimaksud oleh TA adalah AR.

“Itupun dia enggak langsung ngaku, awalnya dia bilang ada laki-laki yang mau nikahin dia, tapi sudah punya istri. Perasaan saya sebagai ibu langsung berpikir laki-laki itu si AR,” tambahnya.

Setelah tebakan RN benar, lantas RN memberikan restu dengan syarat TA masih perawan. Namun RN kaget, karena TA menceritakan jika dia sudah tidak perawan dan mengalami pencabulan yang dilakukan oleh AR.

“Saya langsung kaget, setelah dia ngaku kalau sudah gak perawan, dan sering melakukan itu (hubungan suami istri) dengan si AR. Bahkan sejak kelas empat SD,” tuturnya seraya matanya berlinang.

Tidak hanya itu, kepada RN, TA mengaku sudah tidak disekolahkan sejak lulus SD, serta sering mengalami kekerasan fisik dan mental dari AR serta JK.

“Anak saya juga cerita kalau dia sudah gak sekolah sejak SMP, dan sering dipukul, terus dikata-katain,” papar dia.

Untuk diketahui, kasus tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan ditangani oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.@wendy