LENSAINDONESIA.COM: Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Juanda bersama Satgas PAM Lanudal Juanda, Surabaya berhasil menggagalkan pengiriman ratusan unit iPhone dari Batam.

Kepala KKPBC Juanda, Budi Harjanto mengatakan, penyelundupan iPhone tersebut bisa digagalkan setelah petugas mendapat informasi adanya penumpang pesawat Lion Air JT972 dari Batam tujuan Surabaya yang membawa barang elektronik jenis handphone tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Menyikapi informasi yang dia terima, Bea dan Cukai kemudian berkoordinasi dengan Satgas Pengamanan Lanudal Juanda untuk melakukan pengawasan ketat terhadap penumpang pesawat tersebut.

Hasilnya, petugas dapat mengamankan tiga orang pelaku yang sengaja membawa 267 unit iPhone tanpa disertai legalitas dari Batam.

“Barang bawaan ketiga penumpang itu diperiksa menggunakan X-Ray, dan hasilnya diketahui 2 koper dan 3 tas ransel yang dibawa oleh HZ, RA dan MM benar berisi handphone,” kata Budi di KKBC Juanda di Surabaya, Rabu (03/03/2021).

Saat dibongkar oleh petugas, didapati berbagai macam ponsel iPhone tanpa disertai kotak box, charger dan dalam kondisi second (bekas pakai).

“Ada 1 koper dan 1 tas ransel milik RA didapati 104 pcs iPhone X, 1 tas ransel milik MM didapati 15 pcs iPhone 7, 9 pcs iPhone 8, 15 pcs iPhone X, 11 pcs Iphone XR. Total sebanyak 267 iPhone tersebut diperkiraan senilai Rp1.564.740.000,” tambah Budi

Budi mengatakan, importir yang akan melakukan impor telepon seluler, komputer genggam (handheld) dan komputer tablet harus mendapatkan PI dari ketiganya. Setiap pelaksanaan impor harus terlebih dahulu dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor di pelabuhan muat lalu dituangkan dalam bentuk Laporan Surveyor (LS).

“Itu nantinya digunakan sebagai dokumen pelengkap pabean dalam penyelesaian kepabeanan di bidang impor,” katanya.

Sedangkan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini tidak berlaku terhadap impor yang merupakan barang pribadi penumpang atau awak sarana pengangkut dengan jumlah paling banyak 2 (dua) unit per orang.

Bahwa sesuai ketentuan Permendag No 48/M-DAG/PER/7/2015 Tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor menyatakan bahwa barang yang diimpor harus dalam keadaan baru.

“Potensi kerugian negara dari penggagalan upaya pembawaan handphone ilegal asal Kawasan Bebas Batam dengan jumlah total 267 unit adalah Rp469.422.000,” pungkasnya.@wendy