LENSAINDONESIA.COM: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menggerebek terduga teroris di Kota Surabaya, pada Senin (01/03/2021).

Bukan hanya di kawasan Kenjeran, Densus 88 juga menggeledah sebuah rumah terduga teroris bernama Nawawi di Jl Tambak Asri Gang Dahlia, Surabaya.

Ketua RW 06 Tambak Asri, M. Zainul Abidin mengakui, bahwa dirinya dimintai menjadi saksi dalam penggeledahan terduga teroris tersebut.

Zainul mengungkapkan, Densus 88 mendatangi rumah Nawawi sekitar pukul 16.30 WIB.

“Sekitar jam 16.30 WIB, saya dan Suminto (Ketua RT 31) menjadi saksi, mendampingi untuk melakukan pelaksanaan penggeladahan barang bukti yang ada di rumah tersangka,” katanya kepada Lensa Indonesia, Selasa (02/03/2021).

Dalam penggeledahan di rumah terduga teroris itu, aparat gabungan yang berada di lokasi berhasil mengamankan senjata mirip senapan angin, dua senjata tajam dan empat tas yang berisi uang tunai jutaan rupiah serta beberapa buku yang diduga beraliran radikal.

“Kebetulan dari tim Densus 88, menemukan beberapa barang bukti berupa senapan angin atau senjata laras panjang, terus ada senja tajam itu dua, empat tas dan dompet berisi uang jutaan rupiah, terus buku-buku panduan,” ungkapnya.

Kata Zainul, sehari-hari Nawawi berprofesi sebagai pedagang pakaian, sedangkan sang istri bekerja sebagai guru. Mereka telah tinggal di Jl Tambak Asri Gang Dahlia sejak 2020.

Zainul mengatakan, setelah diamankan, erduga teroris tersebut langsung dibawa ke Mapolda Jatim.

“Sekrang ini posisinya dimintai keterangan di Polda Jatim,” pungkasnya.

Diketahui, Senin (01/03/2021) sejak sore dan malam, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penangkapan sekaligus penggeledahan di dua lokasi yang berbeda, yakni di daerah Jl Tambak Deres dan di Jl Tambak Asri.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di dua tempat berbeda tersebut.

“Iya benar ada kegiatan dari teman-teman Densus 88,” paparnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu perkembangan dari personel di lapangan, karena Tim Densus 88 masih melakukan pergerakan untuk memburu jaringan lainnya.

“Tapi masih menunggu perkembangan dari personel di lapangan, karena masih bergerak. Untuk jumlahnya berapa juga saya masih nunggu konfirmasi dari teman-teman Densus 88,” tutupnya. @wendy