LENSAINDONESIA.COM: Pelapor kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebuah investasi jenis Repurchase Aggrement (Repo) Ongky Wira Setiawan meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada penyidik Polrestabes Surabaya.

Langkah ini dilakukan karena kasus
yang dilaporkan sejak Agustus 2020 lalu itu dinilai ‘ngendon’ atau jalan ditempat cukup lama di meja penyidikan unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Pada SP2HP yang kedua ini, Ongky Wira Setiawan ingin mengetahui sejauh mana proses penyidikan terhadap terlapor Tommy Iskandar Widjadja selaku direktur PT Trisurya Lintas Investama (TLI).

Dalam SP2HP tersebut polisi menyatakan bahwa kasus masih dalam proses penyidikan.

“Kami baru menerima SP2HP yang kedua. Setelah sempat pemeriksaan konfrontir oleh para pihak beberapa waktu lalu,” ujar Ongky, Selasa (02/03/2021).

Dalam SP2HP itu, polisi akan meminta rekening dana nasabah milik Ongky yang dikeluarkan oleh PT TLI.

Ongky berharap, kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan membuatnya rugi senilai Rp 4,8 miliar itu segera menemukan kepastian hukum.

“Tentu sebagai pelapor atau korban saya berharap penuh kepada kepolisian agar profesional dalam menangani kasus ini. Kami percaya integritas penyidik dan sesegera mungkin memberikan kepastian hukum atas kasus ini,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan kuasa hukum Ongky, Advent Dio Randy.

Dio meminta kasus yang melibatkan nama Tommy Iskandar Widjadja itu segara diproses lebih lanjut sehingga ada kepastian hukum.

“Intinya sebagai kuasa hukum pelapor atau korban, kami berharap agar penyidik sesegera mungkin memberikan kepastian hukum atas kasus ini. Jika tidak ada hambatan, tentu harapan kami sesegera mungkin terlapor ditetapkan sebagai tersangka jika unsurnya sudah terpenuhi,” harap Dio.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian menegaskan jika kasus tersebut masih terus berjalan di meja penyidikan.

“Terus berjalan (prosesnya), Tetap akan kami proses,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Kasubdit Jatanras Polda Jatim itu memastikan jika tidak ada kendala dalam proses penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan Investasi Repo itu. “Tidak ada kendala. Tetap proses,” singkatnya.

Diketahui, Ongky Wira Setiawan melaporkan Tommy Iskandar Widjadja atas dugaan penipuan dan penggelapan dalam mekanisme investasi yang dilakukannya.

Saat itu, Ongky total membeli 3.293.200 lembar saham Bank Jabar (BJBR) senilai Rp 5,5 miliar dan 698.400 lembar saham Semen Batu Raja (SMBR) senilai Rp 1 miliar dari PT TLI.

Ternyata, pada 2019 ia mengetahui jika ada selisih saham sebanyak 1.661.500 lembar saham BJBR di rekening dana nasabahnya dan ada 18.700 lembar saham SMBR yang juga hilang.

Bukan hanya itu, dalam rekening dana nasabahnya, Ongky menemukan saham milik Prima Cakrawala Abadi (PCAR) yang tidak pernah dibelinya muncul.@rofik