LENSAINDONESIA.COM: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan langsung kegiatan vaksinasi kepada 1.000 personel TNI-Polri yang berlangsung di Gedung Lancang Kuning Polda Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (5/3/2021).

Vaksinasi tersebut sebagai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Para Prajurit TNI dan Anggota Polri menjadi ujung tombak dalam pertarungan melawan musuh yang tidak terlihat. Walaupun saat ini kita memiliki senjata baru, yaitu vaksin Covid-19, akan tetapi upaya pencegahan harus tetap diutamakan,” ujar Panglima TNI, Hadi Tjahjanto dalam keterangannya.

Dalam kegiatan tersebut, telah disiapkan sebanyak 73 vaksinator TNI-Polri dan Dinas Kesehatan Kota Batam. Direncanakan kegiatan tersebut akan berlangsung selam selama 3 hari.

Ditargetkan, vaksinasi yang menyasar anggota TNI-Polri hari ini telah menyasar 1.000 personel, diantaranya sebanyak 500 Prajurit TNI di antaranya 70 orang Babinsa Kodim 0316/Batam, 288 prajurit Yonif 136/Tuah Sakti, 54 personel Guskamla Koarmada I dan 93 personel Lanud Hang Nadim.

Sedangkan, untuk personil Polri sebanyak 500 personel Bhabinkamtibmas dan unsur Polri lainnya. Kegiatan ini seiring dengan pelaksanaan program vaksinasi kepada personel TNI-Polri yang telah dimulai sejal 1 Maret 2021 secara bertahap di beberapa daerah.

Hadi pun mengingatkan, meski sudah dilakukan vaksinasi, penerapan disiplin protokol kesehatan harus dijalani dalam kehidupan keseharian sebagai bentuk antisipasi.

“Sudah divaksin artinya tubuh kita sudah lebih kuat dalam menghadapi virus, bukan kebal virus. Senjata utama sesungguhnya adalah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan atau 3M. Mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” tutur Hadi.

“Sehingga 3M dan 3T akan terus digencarkan seiring dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro di tingkat RT-RW,” sambungnya.@licom

Menurutnya, dengan disiplin melaksanakan 3M dan tracing terhadap kontak erat harus terus disosialisasikan. Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut di tengah masyarakat, akan lebih efektif menekan laju penularan.

“Ajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda di masyarakat untuk membangun pemahaman dan kedisiplinan tersebut,” ujarnya.@licom

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun