LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah kembali mengambil langkah untuk memperpanjang penerapan masa pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 22 Maret 2021.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah untuk menekan laju penularan Covid-19 di Indonesia. Perpanjangan PPKM Mokro ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan kebijakan PPKM mikro ini sudah berlangsung sejak 9-22 Februari 2021, kemudian diperpanjang sampai Senin (8/3) mendatang.

“Pemberlakuan PPKM Mikro diperpanjang sejak tanggal 9 Maret 2021 sampai dengan tanggal 22 Maret 2021,” dikutip dari Inmendagri, Jumat (5/3/2021).

PPKM Mikro kali ini diperluas jangkauan wilayahnya. Sebelumnya PPKM berlaku di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali. Untuk saat ini, tiga wilayah tamahan yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

PPKM mikro dilakukan bersamaan dengan PPKM kabupaten/kota. Artinya, pemerintah membatasi tempat kerja/perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50 persen dan Work From Office sebesar 50 persen dengan protokol kesehatan lebih ketat.

Selain itu, pemerintah juga mengatur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring. Sedangkan, untuk sektor esensial dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Selain itu, pemerintah juga mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran makan/minum di tempat sebesar 5O persen dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran dengan protokol kesehatan. Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal sampai pukul 21.00.

Dalam PPK Mikro, untuk kegiatan konstruksi diizinkan beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Juga, termasuk mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dan penerapan protokol kesehatan.

Pemberlakuan PPKM Mikro ini diperpanjang sejak 9 sampai 22 Maret 2021 dan mempertimbangkan berakhirnya masa berlaku pembatasan berdasarkan pencapaian target pada keempat parameter selama enam minggu berturut-turut.

Para kepala daerah agar terus melakukan monitoring dan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait secara berkala.@licom

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun