LENSAINDONESIA.COM: Wakil Wali Kota Surabaya Armudji mengunjungi sentra kuliner di kawasan Kebun Bibit, Kamis (04/03/2021).

Kunjungan ini bukan sekedar makan atau minum kopi, tetapi untuk menampung keluhan para pedagang, utamanya hasil penjualan selama pandemi COVID-19.

“Di sini biasanya ramai pengunjungnya. Tapi karena pandemi pengunjunga sepi. Hasil jualan turun sampai 50 persen. “Ini yang menjadi motivasi kami untuk meninjau langsung ke tempat ini,” kata Armuji.

Usai mendengar keluhan para pedagang, Armuji yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Widodo Suryantoro mencoba memberikan solusi agar perekonomian para pedagang dapat berjalan normal.

Armuji pun menawarkan kerjasama, bahwa pemkot Surabaya akan memanfaatkan makanan dari para pedagang pada setiap kegiatan rapat. Selain membeli makanan dari pedagang, pemkot juga akan membantu mempromosikan makanan para pedagang.

“Kalau kami ada acara di rumah Dinas atau acara di pemerintahan, paling tidak, kami bisa mengambil makanan yang berasal dari sentral kuliner ini,” kata politisi senior PDI Perjuangan Surabaya ini.

Armuji pun telah menginventarisir makanan khas PKL yang bisa disajikan. Mulai dari bubur hingga beraneka macam penyetan. “Bubur di sini khas dan terkenal kelezatannya. Di sini kami hadir dan membantu para pedagang melewati pandemi,” katanya.

Selain itu, dukungan pemerintah juga dilakukan dengan membantu memasarkan produk dan membantu meningkatkan kualitas barang.

“Terpenting, produk ini enak dan layak jual. Sehingga, bisa diterima semua kalangan,” terang mantan ketua DPRD Surabaya ini.

Apalagi, Surabaya juga memiliki banyak makanan khas yang terkenal dan tersebar di beberapa daerah.

Armuji mencotohkan Lontong Balap di Kranggan, Tahu Campur Cak Durasim di Gentengkali, hingga Lontong Kupang.

Untuk diketahui, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya sejak kepemimpinan Wali Kota Surabaya sebelumnya Tri Rismaharini dalam membantu PKL. Baik penataan maupun pengembangan.

Misalnya, Pemkot membentuk sentra-sentra PKL. Saat ini, sudah ada sekitar 44 sentra PKL yang berdiri di seluruh wilayah Surabaya dan menampung sekitar 1.300 lebih PKL binaan.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun