LENSAINDONESIA.COM: Linda MD, seorang ibu asal Malang, Jawa Timur terus berjuang agar bisa bertemu dan berkomunikasi dengan Michael, anak kandungnya.

Perempuan 41 tahun sudah tidak pernah bertemu lagi degan buah hatinya setelah ia bercerai dengan suaminya yaitu SS pada Mei 2020. Sejak perceraian itu, Linda terpisah dengan Michael yang kini tinggal bersama SS.

Linda kemudian mencari tahu keberadaan anaknya yang sangat dirindukan. Ia juga bersurat ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Belakangan, Linda mendapatkan kabar bahwa Michael tinggal di salah satu Apartemen dikawasan Surabaya. Namun, sampai hari ini ia tidak dapat berjumpa ataupun berkomunikasi meskipun itu lewat telepon. Sebab nomor telepon yang ada sudah tidak dapat dihubungi lagi.

“Saya sudah lama tidak bertemu anak saya, dan saya sangat merindukannya,” ucap Linda dengan mata yang berkaca kaca.

Dirinya juga menuturkan, sudah beberapa kali menghubunginya, namun tidak berhasil. “Tadi sudah coba untuk hubungi nomor telepon kamar melalui resepsionis. Namun tidak tersambung. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi sejak tahun lalu,” ungkapnya.

Linda mengatakan, dirinya terkahir berkomunikasi dengan Michael pada 20 Mei 2020. Ia mengaku, saat itu hubungan dengan putra kandungnya itu baik-baik saja. Namun persoalan muncul keesokan harinya. Chat Linda melalui whatsapp pada 20 Mei 2020 sudah tidak pernah dijawab.

“Sudah tidak balas chat saya. Nomor saya juga diblokir. Itu chat terakhir saya. Padahal anak saya tidak seperti ini. Saya tahu dia karena,” kata Linda yang tidak dapat meneruskan kata-katanya.

Linda juga berpesan, kepada buah hatinya agar tidak terpengaruh omongan negatif tentang dirinya.

“Ini kan kesalahpahaman antara orang tua. Saya sayangkan kenapa anak saya dibawa-bawa. Saya sangat kangen sama dia. Dia anaknya baik. Berapapun usia anak, dia tetap butuh bimbingan ibunya,” kata Linda terbata, lalu tangisnya pecah.

Sementara Abdul Malik selaku kuasa hukumnya mengatakan, jika pihaknya akan melayangkan surat ke Komisi Perlindungan Anak dan Komnas Ham untuk memediasi persoalan ini.

“Kami akan segera layangkan surat ke KPAI dan Komnas Ham untuk membantu memediasi persoalan ini. Karena penting biar anak ini tidak termasuki omongan yang tidak benar dari orang lain. Karena bagaimana pun ini kan ibu kandungnya,” katanya.

Malik mengatakan, jika Michael saat ini tinggal di salah satu kamar apartemen di Surabaya. Hal ini berdasarkan konfirmasi dari sekuriti apartemen.

“Tadi sudah dibantu sekuriti. Di telepon kamar. Sempat nyambung dan bicara kalau anak klien saya ada di dalam. Tapi tidak mau menemui ibunya. Kalau bicara sama sekuriti mau. Ini saya kasihan sama anak dan ibunya. Tentu ibunya ini sangat shock terhadap perubahan anaknya tersebut,” pungkasnya.@rofik