LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ahmad Tamim menggelar reses di Kabupaten Blitar. Tamim berkeliling menyerap aspirasi para konstituennya di Dapil Jatim VII (Kabupaten Tulungagung, Blitar, Kota Blitar).

Pada Reses I Tahun 2021 ini, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini fokus sosialisasi Raperda Pengembangan Pesantren dengan mengajak masyarakat Blitar untuk menghidupkan pondok pesantren.

“Mondok itu keren. Monggo ibu-ibu, bapak-bapak melanjutkan pendidikan putra putrinya masuk ke Pondok Pesantren. Di Ponpes ada sekolah juga ngaji. Apalagi pesantren akan terus kita usahakan mandiri. Di Jawa Timur tidak lama lagi ada Perda (peraturan daerah) tentang Pengembanga Pondok Pesantren. Begitu disahkan di tingkat provinsi oleh gubernur, maka aturan ini akan ditiru oleh bupati/wali kota di Jatim,” ujarnya dihadapan 100 warga di SMP Mida Gogodeso, Dusun Ngade, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat (05/03/2021).

Ahmad Tamim menegaskan, dalam Reses ini tidak sekedar menampung aspirasi masyarakat berupa fisik dan prasaran, tapi juga melakukan sosialisasi potensi menyangkut regulasi.

“Kami bahas Raperda Pengembangan Pesantren dalam Reses ini. Yang kami ambil ada 7 titik di Dapil. Seluruhnya lembaga pendidikan. Ada beberapa masukan yang sudah masuk, yakni masyarakat di Blitar ini meminta pemerintah agar segera membuka sekolah tatap muka, khususnya di tingkat PAUD, TK/RA dan SD karena di tingkat pertama ini hampir dipastikan peserta didik dari lingkup kampung, desa sekitar,” ujar Gus Tamim (sapaan akrabnya).

Perkara teknis, lanjut Gus Tamim, itu bisa disesuaikan. Mulai dari jam pelajaran dibuat efektif misal 2 jam saja setiap pertemuan dan siswanya dijadwalkan secara bertahap. Tentunya dengan menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

“Siswa masuknya diatur dijadwalkan jam segini berapa jumlahnya, sampai seterusnya. Jadi gurunya saja yang stand by sejak jam sekolah dibuka hingga selesai. Tentunya mengikuti protokol kesehatan yang ketat, menerapkan jaga jarak, memakai makser, cuci tangan pakai sabu dan air mengalir,” ucap mantan Sekretaris Wilayah GP Ansor Jatim ini.

Ahmad Tamim

Terkait soal potensi perekonomian di desa, Gus Tamim menyebutkan potensi BUMDes sangat besar maka harus dikembangkan agar bisa membawa manfaat perekonomian yang baik untuk warga desa.

“BUMDes harus berkembang dan mendapatkan fasilitas distribusi dari pemerintah. Di desa-desa ini kan punya BUMDes dari yang mikro dan menengah yang mulai menggeliat. Nah disini pemerintah bisa masuk, memberikan fasilitasi distribusi antar desa-desa di lingkungan kabupaten, bahkan ke kabupaten/kota lain. Kalau ini bisa jalan, distribusi lancar di lingkup provinsi saja, maka UMKM akan semakin menggeliat dan yang diuntungkan warga desa-desa ini,” jelas Anggota Komisi A DPRD Jatim.

Tak hanya itu, antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota diharapkan bisa bersinergi sehingga dipastikan kebutuhan di satu desa ke desa yang lain akan tercukupi dengan baik.

“Apalagi diberikan fasilitas distribusi maka ini jelas akan menggeliat. Bahkan profil desa di Blitar 100 persen ada semua. Maka kalau mau baca potensinya, ya ketemu. Di Kabupaten Blitar ini banyak percontohan BUMDes yang mulai menggeliat,” tutup Gus Tamim yang juga pemilik Ponpes Jatisanan di Talun, Blitar.

Reses diikuti sekitar 100 warga desa, yang didominasi ibu-ibu Muslimat NU serta belasan bapak-bapak. Acara berlangsung lancar dan menerapkan prokes COVID-19.@sarifa