LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024 kembali menggelar Reses di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Kali ini memasuki masa Reses I Tahun 2021 yang digelar pada 1-8 Maret 2021.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Jawa Timur Dapil VII (Kabupaten Tulungagung, Blitar, Kota Blitar) Guntur Wahono yang menyapa umat hindu serta kristiani di Kabupaten Blitar. Politisi PDI Perjuangan ini fokus menyerap aspirasi masyarakat dari golangan minoritas. Ia merangkul dan siap memfasilitasi keperluan para umat beragama.

“Mereka adalah penganut agama minoritas di Indonesia. PDI Perjuangan sebagai partai pluralisme memperhatikan mereka-mereka dari golongan minoritas. Karena kalau tidak kita, siapa lagi. Kemarin saya sudah menggelar pertemuan dengan umat Hindu. Keluarga Besar Hindu Sedharma dalam naungan Parisada Hindu Dharma, mereka menyampaikan butuh kendaraan operasional. Ini akan kita usahakan,” ujar Guntur Wahono usai Reses di Dusun Tegalrejo RT 37 RW 09, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Kamis (04/03/2021) malam.

Hal lain, lanjut Guntur, terkait tersedianya guru agama Hindu yang semakin berkurang di Kabupaten Blitar, maka diharapkan pemerintah membuka rekrutmen untuk guru.

“Sekarang ini jumlah guru agama Hindu tinggal 32 orang. Dan ini jumlahnya akan terus menurun, sebab ada yang pensiun. Kemudian ada yang usianya sudah lewat sehingga tidak bisa masuk K2 (Honorer K2). Nah tahun 2024 nanti jumlah guru agama Hindu ini diperkirakan hanya tinggal 17 orang. Ini usulnya mereka agar segera dibuka rekrutmen guru agama Hindu mulai dari tingkat dasar, menegah hingga tingkat atas,” papar Guntur.

Sedangkan untuk umat Kristiani, pihaknya juga mengaku akan ikut memperjuangkan aspirasi mereka. Bekerjasama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Blitar, Guntur bersilaturahmi dengan jemaat di Gereja Sidang Jemaat Allah yang dipimpin oleh Pdt Sabar Sitompul di Dusun Tegalrejo.

“Pengurus gereja disini butuh kendaraan operasional untuk melakukan kunjungan ke jemaatnya. Dan protes soal tidak updatenya data penerima bantuan di Kabupaten Blitar.
Sebab faktanya di lapangan, masyarakat yang menerima bantuan banyak yang tidak tepat sasaran. Kami akan meneruskan hal ini kepada Pemkab Blitar, agar update data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” tegasnya.

Pihaknya akan membawa semua aspirasi dari warganya dalam Reses ini untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Kami ya harus keliling kepada umat dan pemuka agama serta kepercayaan karena memang bidang tugas kami. Kebetulan juga kita mendapat tugas sebagai badan kebudayaan nasional. Yang salah satunya melindungi masalah kebudayaan. Para pelaku budaya kebanyakaan pelaku spritual yaitu pemuka agama, sehingga kami harus menyatu dengan mereka agar terjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat Blitar melalui sisi budaya dan sisi spiritual keagamaan,” tandasnya.

Pengurus Gereja Sidang Jemaat Allah Pdt Sabar Sitompul mengaku sangat senang dengan kunjungan wakil rakyat ini. Ia berharap anggota dewan khususnya Fraksi PDI Perjuangan bisa memperjuangkan aspirasi umat kristiani di Kabupaten Blitar.

“Kami sudah merasakan selama ini bahwa aspirasi kami didengar. Sekarang ini kami butuh kendaraan operasional untuk memberikan pelayanan umat lebih maksimal. Bisa melayani jika ada yg sakit, ada bencana kegiatan sosial hingga pengangkutan jenazah.
Selama ini gerak kami terbatas dan memang tidak punya kendaraan untuk operasional. Di Kabupaten Blitar ini kan luas wilayahnya, jadi kendaraan operasional sangat dibutuhkan,” tutup pendeta yang juga Ketua BAMAG Kabupaten Blitar ini.

Acara Reses Guntur Wahono di Dusun Tegalrejo, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar dihadiri oleh sekitar 70 orang yang merupakan jemaat gereja. Acara berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan, memakai masker juga menjaga jarak yang diakhiri dengan sesu foto bersama para konstituen.@sarifa