LENSAINDONESIA.COM: Sugianto S, bos sebuah perusahaan minyak kayu putih mangkir dilaporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan tanda tangan dan memberi keterangan palsu dalam akta autentik untuk proses perceraian.

Laporan dilakukan oleh Linda (49) mantan istrinya ke Polda Jawa Timur 15 Februari 2021 lalu. Namun oleh Ditreskrimum Polda Jatim, kasus ini telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya.

Saat ini kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dan akta autentik ini telah memasuki proses penyidikan. Senin 8 Meret 2021, panyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pemanggilan terhadap
Sugianto untuk dimintai keterangan. Namun sayangnya, ia tidak hadir tanpa memberi keterangan secara jelas.

“Sifatnya masih undangan. Saya ke sini untuk memastikan itu (pemeriksaan terhadap Sugianto), tapi terlapor (Sugianto ) tidak datang,” terang Abdul Malik, selaku kuasa hukum Linda di Polrestabes Surabaya.

Malik menyatakan, kliennya melaporkan mantan suaminya dan temannya bernama Kristianto, atas dugaan berkomplot memberikan keterangan palsu dalam gugatan cerai.

“Klien kami ini digugat cerai oleh mantan suaminya atas sepengetahuannya. Bahkan turut terlapor (Kristianto) telah memberikan keterangan di pengadilan, bahwa gugatan tersebut atas dasar keduanya tidak mempunyai anak,” tambah Malik.

Malik menegaskan, dalam pernikahan antara Linda dan Sugiarto, telah memiliki anak biologis bernama Mikhael dan terlapor Kristianto juga mengetahuinya.

“Sejak digugat cerai hingga adanya putusan Inkrah dari pengadilan, pada 24 Juli 2019, klien kami tidak mengetahuinya, karena memang tidak diberi tahu,” papar Malik.

Pelapor Linda yang tidak mengetahui adanya putusan cerai dari pengadilan tersebut. Apalagi saat Linda mengajukan kredit KPR di BCA Malang pada 31 Juli 2019, Sugiarto masih melakukan tanda tangan sebagai suami.

“Pada 24 Juli 2019 keluar putusan Inkrah pengadilan atas gugatan cerai dari terlapor. Namun berselang 5 hari, dirinya masih menandatangani kredit KPR yang diajukan klien kami dengan status suaminya, ini ada apa?” tanya Malik heran.

Adanya rekayasa dalam gugatan cerai yang menyebut keduanya tidak dikaruniai anak serta tuduhan kliennya memiliki Pria idaman lain (PIL) berdampak besar yang membuat Linda tidak bisa bertemu dengan anaknya hingga saat ini.

“Karena persoalan tersebut, klien saya juga kesulitan menemui anaknya. Karena sempat dalam putusan disebut alasan klien kami punya hubungan dengan Pria Idaman Lain dan macem-macem tuduhannya yang membuat anaknya menjauh dari ibunya. Ini yang perlu diluruskan juga,” pungkasnya.

Sementara Kanit Tipidkor Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Joko membenarkan pelimpahan perkara tersebut. “Betul saat ini kami yang tangani,” ujarbya singkat.@rofik