LENSAINDONESIA.COM: Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) wilayah Jawa Timur, Arief Rahman, mendapat gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Dengan pemberian gelar tersebut, kini nama tokoh pers Jawa Timur tersebut menjadi Kanjeng Raden Tumenggung Arief Rahman, ST, MM.

Gelar kehormatan ini disampaikan oleh permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono di teras Sasana Nalendra, yang merupakan kediaman Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII tersebut, Senin (8/3/2021) sore.

Sebagai bentuk pengesahan, Arief Rahman mendapatkan sertifikat (Nawala Kakancingan) gelar yang ditandatangani langsung oleh SISKS Pakoe Boewono XIII.

GKR Pakoe Boewono menuturkan, gelar kehormatan tersebut diberikan karena Arief Rahman telah banyak memberikan kontribusi kepada Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam penyampaian informasi yang positif dan faktual. Utamanya juga turut mempertahankan kebudayaan Jawa Mataraman yang berpusat di Surakarta.

“Pak Arief Rahman juga turut aktif dalam dokumentasi dan publikasi kegiatan-kegiatan tradisi budaya Kraton,” tutur GKR Pakoe Boewono.

Oleh karena itu, menjadi penilaian tersendiri bagi Kraton untuk memberikan gelar kepada pria kelahiran Magetan yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Timur tersebut.

Menerima gelar dari Kraton Surakarta yang merupakan pewaris dari Kesultanan Mataram Islam tersebut, Arief Rahman menganggapnya sebagai sebuah amanah dan tanggung jawab yang berat.

“Semua ini amanah. Alhamdulillah. Anugerah ini saya terima dengan penuh rasa syukur ke hadirat Gusti Allah Ingkang Maha Agung, atas segala karunia dan rahmatNya yang tak terhingga,” ucap Arief Rahman yang masih mempunyai garis keturunan dari Kesultanan Demak Bintoro dari jalur Pangeran Arya Penangsang (cucu Raden Patah).

Ditemui Lensaindonesia.com usai menerima penganugerahan gelar, Arief Rahman sangat berharap momentum pemberian gelar ini dapat menjadi perekat sinergi antara Kraton Surakarta dengan media siber.

“Budaya luhur bangsa Indonesia dari suku Jawa, terutama tradisi dan budaya Kraton Surakarta ini sangat perlu terus dilestarikan dan semakin dikenal di manca negara. Tentu saja, media siber punya peranan besar di situ,” pungkas Direktur Utama PT. Lensa Indonesia Global Media ini. @Limad