LENSAINDONESIA.COM: Puluhan mahasiswa yang mengaku anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat  dan Makassar, memaksa masuk ke area Kongres HMI XXXI yang digelar di Gedung Islamic Centre Jl Raya Dukuh Kupang 122-124, Surabaya, Senin (22/03/2021) dini hari.

Pantauan lensaindonesia.com di lokasi, puluhan anggota HMI itu berkumpul di gerbang pintu masuk Gedung Islamic Centre tanpa mempedulikan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 seperti menggunakan masker dengan benar dan saling menjaga jarak.

Informasi yang dihimpun, anggota HMI yang memaksa masuk ini merupakan massa yang tidak memiliki undangan resmi untuk menghadiri kongres.

Massa asal Sulawesi Selatan ini sempat mendorong gerbang pintu masuk, untuk memaksa masuk ke dalam area kongres.

Seorang orator menggunakan pengeras suara mengatakan, memprotes keputusan panitia kongres yang melarangnya masuk. Hal ini karena pihaknya telah jauh-jauh datang ke Surabaya untuk mengikuti jalannya kongres.

“Ini adalah acara kita. Tapi kenapa kita hanya menikmati di depan gerbang? Ini namanya penghianatan saudara-saudara!” cetusnya sambil menaiki bangku.

Kepada panitia, massa HMI Sulawesi Selatan ini juga meminta diberikan tempat yang layak, karena sejak kedatangan mereka pada Jumat 19 Maret mereka ditampung di Asrama Haji Sukolilo, Makodam V Brawijaya. Selain itu ada juga yang ditempatkan di Mojokerto dan Pasuruan.

Sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga-jaga di dalam gerbang untuk mengantisipasi terjadinya keributan yang meluas.

Sementara Ketua HMI Jawa Timur, Yogi Pratama saat di konfirmasi melalui sambungan telepon menegaskan, jika yang dapat memasuki area kongres merupakan utusan dari perwakilan masing-masing cabang yang disertai undangan.

“Intinya yang bisa masuk ke arena itu peserta utusan resmi perwakilan dari masing-masing cabang. Kalau misalnya yang tidak bisa masuk ke forum berarti itu bukan utusan resmi,” tuturnya.

Hal sedemikian kata Yogi, sudah di rapatkan dan dijadikan ketentuan oleh panitia. “Itu sudah menjadi ketentuan dan keputusan oleh panitia nasional. Kalau tidak bisa masuk berarti bukan anggota resmi. Saya saja kalo gak bawa surat dan ID Card tidak diperbolehkan masuk ke area kongres,” pungkasnya.

Puluhan massa sempat berkumpul di depan gerbang Gedung Islamic Centre tanpa menjaga jarak satu sama lain ini sempat selakukan mediasi dengan panitia Kongres di dalam Gedung Islamic Centre. Namun upaya mereka gagal.

Beberapa saat kemudian, massa HMI Sulawesi Selatan diangkut menggunakan 5 bus sekolah dan dibawa ke Sidoarjo untuk mereka menginap dengan dikawal polisi menggunakan mobil Patwal kepolisian.@wendy

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun