LENSAINDONESIA.COM: Tenggat waktu yang diberikan Pemrov Jatim terhadap Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXXI telah berakhir. Namun sejumlah oknum malah membuat kericuhan di dalam Gedung Islamic Centre Jl Raya Dukuh Kupang 112-114, Surabaya, Selasa (23/3/2021) malam.

Pintu masuk area kongres yang terbuat dari kaca dipecah oknum anggota HMI. Selain itu, kursi yang mulanya tertata rapi juga menjadi porak-poranda setelah dijadikan alat untuk saling lempar.

Pintu masuk sengaja dipecah sejumlah oknum (wendy)

Ketua HMI Jawa Timur, Yogi Pratama mengatakan, insiden ini terjadi karena ada salah satu peserta kongres HMI yang sengaja memperlambat jalannya kongres.

“Temen-temen yang memperlambat kemarin itu minta ketua Badko (Badan Koordinasi) se-Indonesia untuk hadir ke lokasi. Tapi kan tidak mungkin hadir semua, karena kondisinya yang gak memungkinkan,” tuturnya melalui telepon.

Yogi menambahkan, pemicu kericuhan sekitar 5 peserta. Diduga mereka sengaja melakukan hal ini dengan tujuan agar kongres berhenti. Selain itu, peserta minoritas ini merasa tak puas dengan jalannya kongres yang sejatinya sudah harus selesai sejak Senin (22/3/2021) malam tersebut.

“Gak sampai lima orang Mas. Mereka memaksakan kehendak dengan tidak mengehendaki suara mayoritas yang ada di dalam, kemudian mereka melakukan segala cara. Tendensinya mengarah untuk menahan-nahan kongres ini,” imbuhnya.

Atas insiden ini, segala kerusakan yang terjadi di dalam Gedung Islami Centre Surabaya, akan dijadikan tanggung jawab bersama oleh panitia dan seluruh peserta kongres. @wendy