LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah pengusaha tempat hiburan dan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) menghadiri pertemuan yang digelar Pemkot Surabaya. Dalam pertemuan itu, mereka mensosialisasikan SOP relaksasi RHU yang akan dituangkan dalam perubahan Perwali.

Sebelumnya, Perwali 67 tahun 2020 diberlakukan selama Surabaya menghadapi pandemi Covid-19.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19,Irvan Widiyanto, mengatakan pihaknya mendapat mandat Walikota Surabaya Eri Cahyadi untuk membuka ruang bagi pengusaha hiburan berupa relaksasi jam operasional terkait kondisi pandemi di Surabaya.

“Pak Walikota mengharapkan roda perekonomian bisa berjalan akan tetapi penerapan protokol kesehatan wajib selalu diutamakan. Tetap tidak boleh lengah dengan kondisi pandemi Covid saat ini,” kata Irvan usai pertemuan di ruang sidang Wali Kota di Balai Pemuda, Selasa (23/3/2021).

Irvan mengungkapkan, ada sejumlah persyaratan penting yang diamanatkan Walikota Eri Cahyadi saat memberikan kepercayaan besar kepada pengusaha tempat hiburan malam, RHU, pengelola gedung, hotel, restoran, mall serta bioskop.

Di antaranya, memastikan karyawan selalu dalam kondisi sehat. Caranya, rutin melakukan tes swab 2 minggu sekali yang bisa diajukan ke Dinas Pariwisata dan Dinkes Surabaya.

“Ketika dia warga Surabaya dibuktikan dengan KTP, maka tes swab dibantu Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan secara gratis 2 minggu sekali wajib dilakukan. Jadi itu tidak membebani pengusaha, ” ungkap mantan Kasatpol PP Surabaya ini

Nantinya saat muncul Perwali baru, maka pengelola RHU selambat-lambatnya 14 hari sebelum buka, wajib mengajukan assestmen kepada kami. “Dalam waktu 2 hari kami bisa membalasnya selamat-lambatnya 7 hari,” lanjut Irvan.

Terkait wacana deposit Rp 100 juta yang sebelumnya ramai diperbincangkan, terungkap hanya sebatas wacana. Di dalam pertemuan sosialisasi juga tidak bahas .

“Untuk wacana deposit Rp 100 juta sudah kami diskusikan dengan para pakar dan Pak Walikota, itu belum bisa untuk dilaksanakan. Tapi konsekuensinya adalah denda. Ketika ada pelanggaran terkait protokol kesehatan, maka sanksi buka hanya penghentian kegiatan dan penyegelan, tapi juga denda sesuai Perda,” tandas Irvan.

Sementara Ketua Himpunan Pengusaha Hiburan dan Rekreasi Umum (Hiperhu) Surabaya, George Handiwiyanto, mengatakan pihaknya menerima aturan Pemkot Surabaya.

“Kami kira Pemkot sudah melakukan evaluasi yang panjang dan jauh. Kita ikutin dulu sambil lihat perkembangan,” ujarnya.

George mengaku sebenarnya ada banyak yang akan diusulkan berdasarkan masukan para pengelola RHU, namun pihak memilih berdiam diri.

“Misalkan jam operasional, kalau jam 10 (malam), itu tamu baru datang. Tapi itu tidak kami permasalahkan dulu sambil evaluasi nanti diusulkan jam 12. Kami juga menunggu vaksin sudah merata agar bisa kembali semula,” pungkasnya. @wendy