LENSAINDONESIA.COM: Sandang, pangan, papan merupakan 3 kebutuhan pokok yang wajib didapatkan oleh manusia untuk bisa bertahan hidup. Namun, untuk kebutuhan yang ketiga, yaitu papan atau tempat tinggal, semakin hari semakin sulit didapatkan dan terpenuhi.

Pasalnya, seiring tahun berganti, harga properti atau rumah selalu meningkat dan tidak sebanding dengan pergerakan inflasi.

Hal ini membuat harga rumah menjadi semakin tidak terjangkau oleh masyarakat secara umum. Bahkan, jika dihitung berdasarkan pendapatan atau gaji bulanan rata-rata masyarakat, harga rumah bisa mencapai 100 hingga 1000 kali lipatnya.

Dalam kata lain, untuk bisa membeli rumah, dibutuhkan waktu paling sedikit belasan sampai puluhan tahun lamanya.

Fakta mencengangkan ini pun didukung oleh data dari BPS atau Badan Pusat Statistik dan juga Bank Indonesia. Menurut data dari kedua lembaga tersebut, bukan tidak mungkin di masa depan, penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal akan meningkat dengan cukup signifikan.

Mengetahui fakta tersebut, adakah solusi agar kebutuhan pokok tersebut bisa tetap terwujud meski dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini? Tidak perlu khawatir dan menambah beban pikiran, membeli rumah saat ini bisa dilakukan dengan cara mengajukan KPR atau kredit kepemilikan rumah.

Secara singkat, KPR adalah sebuah fasilitas dari perbankan yang memudahkan nasabahnya dalam membeli ataupun merenovasi rumah. Lantas, bagaimanakah cara mendapatkan hunian impian menggunakan layanan KPR ini? Untuk menjawabnya, ikuti 6 tips cerdas membeli rumah dengan KPR berikut ini.

  1. Cari Tahu ‘Kelayakan’ Anda Mencicil Rumah

Bank atau lembaga yang memberikan layanan KPR tidak serta merta menyetujui pengajuan KPR yang Anda ajukan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar Anda pengajuan KPR Anda bisa diterima dan disetujui. Salah satunya adalah penilaian skor kredit yang bagus dan selalu tepat membayar angsuran.

Selain itu, Anda juga harus memeriksa apakah kondisi keuangan Anda siap untuk mencicil. Untuk mengetahuinya, Anda dapat menghitung rasio utang dengan aset yang dimiliki. Caranya dengan menghitung total utang dan dibagi dengan total aset.

Saat rasionya berada di bawah angka 50%, berarti keuangan Anda masih ideal untuk mengajukan KPR. Sebaliknya, jika melebihi 50%, nilai aset Anda tidak sebanding dengan nilai utang. Jika dipaksakan, pengajuan KPR Anda bisa berisiko mengakibatkan kebangkrutan saat cicilannya tidak dapat dilunasi.

  1. Miliki Dulu Pos Dana Darurat

Dana darurat merupakan salah satu aset yang wajib Anda siapkan sebelum mengajukan KPR. Idealnya, jumlah dana darurat adalah 3 sampai 6 kali pengeluaran setiap bulan. Namun, karena memiliki tanggungan lebih besar dari KPR, Anda perlu menambah jumlah dana darurat guna meminimalisir risikonya.

  1. Siap Membayar Uang Muka

Pembelian rumah dengan KPR diawali dengan membayar DP atau uang muka terlebih dahulu. Sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR, ketahui dulu berapa besar DP yang harus dibayarkan dan beri target kapan pengajuannya Anda lakukan. Jika masih beberapa tahun ke depan, tidak ada salahnya untuk menyimpan dana DP rumah tersebut di instrumen investasi risiko rendah dan berimbal hasil tetap.

Yang terpenting, jangan memaksakan membayar uang muka KPR ini dengan cara berutang. Sebab, Anda akan memiliki dua cicilan dengan jumlah besar yang harus dibayarkan setiap bulan. Hal ini tentu sangat berisiko mengacaukan keuangan dan menyulitkan Anda untuk bisa memenuhi kebutuhan lain yang lebih penting.

Beberapa rekomendasi produk KPR dengan suku bunga yang cukup terjangkau misalnya KPR BTN, KPR BCA, atau KPR CIMB Niaga. Tentunya jika Anda jeli, banyak banyak yang menyediakan KPR dengan uang muka yang tidak terlalu besar yang bisa dicoba juga.

  1. Pastikan Cicilannya Tidak Lebih dari 35% Penghasilan

Sebagian bank penyedia KPR mungkin akan menyetujui pengajuan nasabah meski jumlah cicilannya mencapai 50 persen dari gaji bulanannya. Namun, tetap usahakan besarnya cicilan KPR tidak lebih dari 35% penghasilan. Alasannya karena Anda masih harus mencukupi keperluan bulanan keluarga Anda, seperti kebutuhan pokok harian, asuransi, serta investasi.

  1. Tetap Penuhi Hak Anda Bersama Keluarga

Tidak ada yang tahu berapa panjang umur seseorang. Dalam skenario terburuk, saat meninggal dunia kala memiliki cicilan KPR, beban utang tersebut pasti akan dialihkan ke anggota keluarga yang lainnya. Tentu sangat tidak bijak jika Anda hanya meninggalkan warisan berupa beban utang tersebut, bukan?

Karenanya, saat mengajukan KPR, tetap lindungi keluarga Anda dengan memiliki asuransi jika. Sebenarnya, setiap layanan KPR sudah dilengkapi dengan asuransi jiwa beserta preminya pada cicilannya. Namun, demi meningkatkan proteksi keuangan dan menjamin kehidupan keluarga tercinta Anda, tidak ada salahnya untuk mengajukan asuransi jiwa tambahan yang memiliki dana pertangguhan paling tidak dua kali jumlah tunggakan utang.

  1. Lunasi Tagihan Sesuai Waktunya

Setiap orang yang memiliki utang pasti berusaha untuk bisa segera terlepas dari beban keuangan tersebut. Akan tetapi, dalam kasus KPR pada umumnya, Anda akan dikenakan biaya penalti saat berusaha lebih cepat melunasi cicilannya. Selain itu, mempercepat pelunasan KPR juga akan membuat jumlah kas atau aset lancar menjadi berkurang.

Padahal, kondisi finansial yang baik memiliki aset lancar setidaknya 15% sampai 20% dari seluruh aset yang dimiliki. Ketika sudah memiliki rumah dari KPR, Anda pun harus meningkatkan jumlah aset lancar. Sehingga, walaupun mampu membayar cicilan dengan lebih cepat atau di awal bulan, tetap lunasi tagihan KPR sesuai waktunya.

Upayakan Penambahan Pendapatan Setiap Tahun Guna Mencukupi Kebutuhan Hidup

Menyiasati inflasi, setiap pegawai dan pekerja kantoran pasti mengalami kenaikan gaji. Akan tetapi, jika mengandalkan penambahan pendapatan dari kenaikan gaji saja, Anda akan tertinggal dengan inflasi dan juga kenaikan harga kebutuhan pokok.

Oleh karena itu, bila memiliki waktu luang, jangan ragu untuk mencari solusi mendapatkan penghasilan tambahan melalui usaha sampingan atau menjadi pekerja lepas. Dengan begitu, harapan untuk mencukupi segala kebutuhan hidup, termasuk memiliki hunian pribadi, akan bisa Anda wujudkan suatu hari nanti. @press/adv