LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Surabaya bersama Manajemen Persebaya, dan Bonek Mania akhirnya memiliki kesamaan pandangan terkait homebase dan Tempat Latihan Tim Bajul Ijo.

Kesepakatan tercapai setelah melalui audiensi yang dilangsungkan di Ruang Rapat Wali Kota pada Rabu 24 Maret 2021.

Dalam audiensi sandiri sendiri telah tercapai 7 poin kesepakatan yang telah ditandatangani bersama.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa Persebaya Surabaya dapat menempati Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai homebase dan Stadion Gelora 10 November (G10N) dan 3 Lapangan Madya di Komplek GBT sebagai tempat latihan tim bajul ijo. Namun, penggunaan Stadion GBT, Stadion G10N, serta Lapangan Madya baru dapat dipergunakan mulai Juni mendatang. Karena saat ini fasilitas tersebut masih dalam masa pemeliharaan usai dilakukan renovasi dan Pembangunan jelang Piala Dunia U-20.

“Tadi disepakati, kan tahu ada masa pemeliharaan. Nah, kalau masa pemeliharaan selesai, ya sudah bisa digunakan dengan sistem sewa yang disepakati sesuai perundangan yang berlaku,” jelas Eri usai digelarnya Audiensi.

Meskipun demikian penggunaan stadion dan fasilitas tersebut harus tetap mengacu pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Karena kedua stadion tersebut termasuk fasilitas yang memiliki aturan retribusi. Dimana penggunaan stadion GBT dan G10N didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Tak hanya Persebaya, masyarakat umumpun dapat menggunakan stadion asal mengikuti aturan yang sama. Tak hanya homebase dan tempat latihan Persebaya.

Dalam Audiensi tersebut juga dibahas terkait pembinaan sepak bola di Surabaya atau Akademi Sepakbola Surabaya yang direncanakan oleh Pemkot.

Eri meminta Manajemen Persebaya untuk turut serta dalam pembangunan Akademi tersebut. Tujuannya tak lain, yakni untuk mencetak anak-anak Surabaya menjadi pemain bola yang hebat. Selain itu menurutnya pengembangan sepakbola menjadi tanggung jawab Pemkot dan Persebaya.

“Yang saya bangga dan bahagia betul di hari ini, yang pertama kita sama-sama mencetak anak-anak Surabaya menjadi pemain yang hebat. Itu tanggung jawabnya, kewajiban Persebaya dan Pemerintah Kota Surabaya,” ungkap Eri.

Berikut isi kesepakatan antara Pemkot, Manajemen Persebaya, dan Bonek yaitu, pertama Persebaya dapat menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo untuk pertandingan dan Gelora 10 Nopember serta 3 Lapangan Madya di komplek Gelora Bung Tomo untuk latihan, setelah selesai perbaikan yaitu bulan Juni 2021.

Kedua, sewa lapangan mengikuti peraturan perundangan yang berlaku.

Ketiga, Persebaya sebagai tim asal Surabaya dapat prioritas dalam penggunaan Stadion GBT, Gelora 10 Nopember dan 3 Lapangan Madya.

Keempat, akan diadakan pertemuan rutin 2 bulanan antara Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Presiden Persebaya dan Bonek.

Kelima, Persebaya memprioritaskan pemain asli asal Surabaya dalam rekrutmen pemain sesuai dengan skill dan kemampuan yang diharapkan Surabaya.

Keenam, Persebaya harus bisa mencetak pemain asli dari produk Surabaya. Dan ketujuh, pihak Persebaya wajib mengganti kerusakan stadion apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu yang tertuang dalam kontrak.@Budi