LENSAINDONESIA.COM: Ahmad Riyadh, kembali terpilih sebagai ketua PSSI Jawa Timur periode 2021-2025. Ia terpilih secara aklamasi melalui Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Jawa Timur di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu (27/03/2021).

Selain Riyadh, Amir Burhannudin, Sekretaris PSSI Jatim periode 2013-2021 itu juga terpilih aklamasi sebagai wakil ketua setelah satu calon lainnya, yakni dr.Wardy Azhari Siagian memutuskan mundur dari bursa pencalonan.

Amir Burhannudin, mantan sekretaris Asprov PSSI Jatim naik pangkat menjadi wakil ketua. Selama empat tahun ke depan, PSSI Jatim akan fokus ke pembinaan usia dini. Termasuk menertibkan akademi dan Sekolah Sepak Bola (SSB) tidak berafiliasi ke PSSI.

KLB juga menetapkan tujuh anggota Komite Eksekutif (Exco) terpilih, yakni Cholid Goromah, Thoriq Alkatiri, Purwanto, Edy Yunan Achmadi, Yudi Meira, Djohan Susanto, dan dr. Dyah Wijayanti. Dari tujuh sosok itu, Cholid dan Thoriq merupakan anggota Exco di periode sebelumnya.

Kepada awak media selepas KLB, Riyadh menegaskan prioritas PSSI Jatim saat adalah pembinaan usia dini. “Hal paling dasar yang harus disentuh adalah sepak bola usia dini. Karena basis datanya sudah ada. Kalau dasarnya sudah salah, ke depannya juga salah. Makanya kami akan fokus ke pembinaan usia dini,” kata Ahmad Riyadh.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memuji kepengurusan PSSI yang sejauh ini telah berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Koordinasi yang baik ini, menjadi salah satu kunci untuk memajukan sepak bola di Tanah Air. Kami kompak terus dengan Ketua Umum PSSI untuk memajukan sepak bola itu salah satu kuncinya. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang menjadi harapan untuk perubahan sepak bola menuju ke arah yang lebih baik lagi,” ujarnya saat membuka KLB PSSI Jatim.

Selain itu, Menpora juga ingin Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memberikan perhatian terhadap olahraga. Pasalnya, olahraga di Jawa Timur ini memiliki potensi yang cukup besar, khususnya cabang sepak bola.

“Sepak bola hidup (bergairah) kalau pemerintahnya memiliki ketertarikan. Ini sudah bagus ya. Jawa Timur juga menjadi salah satu tempat perhelatan ajang piala dunia nantinya. Ada stadion Gelora Bung Tomo serta beberapa stadion atau lapangan pendukung lainnya,” kata Zainudin Amali.@fredy