LENSAINDONESIA.COM: Kian melandainya kasus COVID-19 di Jawa Timur berdampak pada jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II Indrapura, Surabaya.

Rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat ini kian sepi. Bahkan, per tanggal 28 Maret 2021, total jumlah pasien yang dirawat di RSL Kogabwilhan II Indrapura ini tinggal 55 orang saja.

Padahal, selama 10 bulan lebih beroperasi, RSL Kogabwilhan II Indrapura setidaknya telah merawat 7.075 pasien COVID-19 dari berbagai wilayah di Jatim.

“Per Minggu 28 Maret ini ada 55 pasien, terdiri dari 34 laki-laki dan 21 perempuan,” kata Dr Christrijogo Sumartono saat di konfirmasi, Senin (29/03/2021).

Dr Chris mengungkapkan, berkurangnya jumlah pasien COVID-19 di RSL tersebut tak lain karena efek dari diberlakukannya PPKM Mikro yang terus berlanjut hingga 5 April mendatang.

“Jadi pengaruhnya tidak langsung. Tapi masyarakat merasa terlibat dan bertanggung jawab akan dirinya dan sekitarnya,” ucap dokter senior di RSLI Surabaya ini.

Meski demikian, Dr Chris tetap mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kssehatan 5M.

Karena hal tersebut merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

“Prokes jangan sampai kendor. Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, harus tetap dilakukan. Mudah-mudahan semuanya segera berlalu dan dapat normal kembali,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, total pasien yang terkonfirmasi tpositif COVID-19 dari Maret 2020 hingga 28 Maret 2021 adalah 138.715 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 126.809 orang dinyatakan sembuh dan 9.828 meninggal dunia.

Sampai saat ini masih terdapat sebanyak 2.078 pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di berbagai rumah sakit rujukan di seluruh Jatim.@wendy

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun