LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A. menerima gelar kebangsawanan dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (24/3/2021). Dalam penganugerahan gelar tersebut, Kraton Surakarta menyematkan gelar Kanjeng Pangeran Arya (KPA) kepada K.H. Said atas dedikasinya di bidang keumatan, dan jasa beliau dalam melestarikan budaya nusantara, khususnya untuk Kraton Surakarta.

Gelar Kanjeng Pangeran Arya adalah gelar kebangsawanan Jawa yang diberikan kepada seseorang yang banyak berjasa bagi kerajaan (Kraton).

Penganugerahan gelar ini dilakukan langsung oleh Raja Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kepada Ketua Umum PBNU sejak tahun 2010 tersebut di Kraton Surakarta sebelum dimulainya prosesi pernikahan GRAj. Putri Purnaningrum, Putri SIKS. Pakoe Boewono (PB) XIII.

“Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Sinuhun (PB. XIII) dan permaisuri atas anugerah yang diberikan kepada saya sebagai KPA, masuk dalam keluarga Kraton Surakarta. Ini merupakan kebanggaan dan sejarah hidup saya.” tuturnya.

Selain mendapat gelar kebangsawanan dari Kraton Surakarta ini, K.H. Said Aqil Siradj diangkat sebagai Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir pada awal bulan Maret 2021 lalu. Namun, seperti yang disampaikan bahwa pemberian gelar Kanjeng Pangeran Arya ini merupakan kebanggaan tersendiri dan sejarah dalam hidupnya.

“Ini merupakan budaya kita, jati diri kita, kepribadian kita. Bangsa bermartabat ketika mampu mempertahankan budaya, Bangsa akan bermartabat ketika mampu mempertahankan karakter jati dirinya,” ujar K.H. Said usai menerima gelar kebangsawanan tersebut. “Maka jati diri ini harus kita pertahankan di era manapun, di masa manapun, situasi kondisi apapun. Budaya tradisi harus kita pertahankan,” tambahnya.

Dosen luar biasa di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) ini juga menghimbau kepada seluruh warga Kraton Surakarta agar menghormati dan menjunjung tinggi Sinuhun Pakoe Boewono XIII, “Karena saat ini Beliau-lah yang menjadi panutan Kraton Surakarta,” tegasnya.

“Semoga semuanya menjadi bersatu, satu barisan dan solid. Demi kebesaran nama baik Kraton Surakarta, demi martabat Kraton Surakarta, demi keharuman nama baik keluarga besar Kraton Surakarta,” pesan K.H. Said Aqil Siradj. @LI Solo Raya