LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti) mengeluarkan surat bernomor 0173/E.E2/PM/2021 yang ditujukan kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi negeri/swasta pada 2 Maret 2021 lalu.

Surat tersebut memberikan arahan bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia untuk mempertimbangkan kondisi pandemi yang belum selesai. Isinya terkait pola pembelajaran bagi semi tatap muka dan dispensasi batas waktu studi.

Pada poin dua, surat edaran Dirjen Dikti itu menyebutkan, ada kebijakan perpanjang satu semester bagi mahasiswa. Khususnya yang batas waktu studinya akan berakhir pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Sayang SE tersebut tidak menjadi rujukan kebijakan yang dibuat oleh Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Unair pada 15 Maret 2021, justru mengeluarkan surat edaran yang menyebut tidak ada penambahan semester bagi mahasiswa/mahasiswi baik jenjang D3, S1, S2 hingga S3 yang telah memasuki akhir batas waktu studi di semester genap 2020/2021 ini.

Direktur Pendidikan Unair, Prof. Dr. Sukardiman saat dikonfirmasi malah mengatakan, pihaknya belum mengetahui surat edaran tersebut.

“Maaf kami di PT malah belum dapat surat (Kemendikbud Dikti) ini. Ini saya sedang koordinasi dengan Pak Warek 1 terkait surat edaran ini. Karena kami baru dapat informasinya,” terangnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/03/2021) malam.

Dia juga mempertanyakan kebenaran surat edaran dari Kemdikbud Dikti tersebut dan menunggu perintah pimpinan. Sebab, dia berjalan jika ada instruksi dari pimpinan Unair.

“Jika surat ini benar adanya, tentunya kami di Unair, ketika sudah ada perintah pimpinan tentu kami di Direktorat Pendidikan siap menjalankan ya. Seperti semester genap tahun lalu 2019/2020. Maaf karena temen direktur pendidikan di ITS juga belum dapat surat edaran ini,” tambahnya.

Saat di konfirmasi kembali Senin (29/03/2021) sore. Sukardiman mengatakan, dia akan melakukan koordinasi lagi dengan Wakil Rektor 1 untuk membahas surat tersebut.

“Maaf kami belum merapatkan ini dengan pimpinan, karena saya masih menelusuri surat tersebut. Karena pihak Rektorat Unair belum mendapatkan secara resmi. Habis sholat, saya akan lapor Pak Warek 1 terkait ini,” pungkasnya.

Padahal surat tersebut juga telah disebar melalui website resmi www.dikti.kemdikbud.go.id. Hasil penelusuran di mesin pencari, Universitas Sam Ratulangi Manado dan Universitas Udayana Bali bahkan telah menerbitkan peraturan Rektor yang baru merujuk pada SE Dikti tersebut.

“Saya kira Dikti sangat paham, semua lapisan masyarakat amat terdampak secara sosial dan ekonomi akibat pandemi COVID-19 ini. Seharusnya Unair juga paham dan berempati, ya praktis setahun ini karena berbagai kebijakan PSBB, dan pembatasan-pembatasan, kegiatan penelitian mahasiswa sangat terhambat. Tanpa ada SE itu pun, pihak Unair mestinya bisa memahami situasi luar biasa yang melanda seluruh dunia ini,” sebut salah satu mahasiswa Unair.

Berikut isi SE Kemendikbud Dirjen Dikti:

1. Pembelajaran di perguruan tinggi pada semester genap tahun akademik 2020/2021 dapat diselenggarakan secara campuran – tatap muka dan dalam jaringan (hybrid learning), disesuaikan dengan status dan kondisi setempat;

2. Masa belajar paling lama bagi mahasiswa yang seharusnya berakhir pada semester genap tahun akademik 2020/2021, dapat diperpanjang 1 semester, dan pengaturannya diserahkan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi sesuai dengan kondisi dan situasi setempat;

3. Periode penyelenggaraan kegiatan pembelajaran semester genap tahun akademik 2020/2021 pada seluruh jenjang program pendidikan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi sehingga seluruh kegiatan akademik dapat terlaksana dengan baik;

4. Persiapan pelaksanaan langkah-langkah sebagaimana disampaikan dalam angka 1 sampai 3 di atas agar terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat.@wendy